Headline News Hari Ini
Krishna Ditarik ke Mabes Polri
Kombes Boni sendiri bukan nama asing di Lampung. Ia merupakan mantan Wakapolda Lampung, yang posisinya digantikan oleh Krishna dua bulan lalu.
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Komisaris Besar Polisi Krishna Murti kembali menjadi sosotan publik. Pasalnya, baru dua bulan menjabat sebagai wakapolda Lampung, Krishna kembali dimutasi.
Rolling terbaru di Korps Bhayangkara terbit pada Jumat (23/9) kemarin. Berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor ST 2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016, Krishna ditarik ke Mabes Polri.
Telegram ini ditandatangani oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin. Krishna dimutasi menjadi Kepala Bagian Pengembangan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri. Sedangkan jabatan Wakapolda Lampung akan diisi oleh Kombes Bonifasius Tampoi.
Kombes Boni sendiri bukan nama asing di Lampung. Ia merupakan mantan Wakapolda Lampung, yang posisinya digantikan oleh Krishna dua bulan lalu.
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, membenarkan terjadi mutasi pada posisi Wakapolda Lampung.
"Pak Krishna Murti ditarik ke Mabes Polri," ujarnya melalui telepon, Jumat malam. Sebagai pengganti Krishna, kata Sulis, adalah Kombes Pol Bonifasius Tampoi.
Kenapa mutasi begitu cepat, padahal Krishna menjabat Wakapolda baru sekitar dua bulanan? Kata Sulis, yang menjabat haruslah pejabat senior.
"Polda Lampung kan bakal menjadi tipe A. Jadi, yang mengisi harus pejabat senior. Pak Boni itu senior," paparnya.
Sementara Krishna yang dihubungi melalui percakapan WhatsApp, Jumat sekitar pukul 21.00 WIB, menyatakan belum tahu. Dia malah balik bertanya kepada Tribun mengenai telegram mutasi itu.
"Ada TR-nya? Saya belum tahu. Kata siapa? Mana bisa ngomong kalau belum lihat TR," ujarnya singkat. Tribun kembali mencoba mengonfirmasi mutasi itu setelah mendapatkan foto TR, sekitar pukul 22.30 WIB ke Krishna. Namun, tidak ada jawaban. Saat dihubungi ponsel Krishna dalam keadaan aktif, namun tidak diangkat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penam) Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan Krishna ditark ke Mabes Polri. Ia pun membenarkan mutasi Krishna terkait dengan isu penganiayaan dan video "papa" yang belakangan mencuat. "Salah satunya itu (isu)," ujarnya.
Dua Isu Medsos
Pencopotan Kombes Krishna dari jabatan Wakapolda memang memunculkan beragam asumsi di masyarakat. Pasalnya, Krishna baru-baru ini diterpa dua isu tak sedap, yang menghebohkan media sosial.
Isu pertama terkait foto dengan seorang wanita yang luka lebam. Isu ini berawal dari screenshot pemberitaan media online yang menyebut mantan pejabat Polda Metro Jaya diduga melakukan penganiayaan. Krishna dituduh melakukan penganiayaan terhadap wanita yang disebut-sebut berprofesi sebagai model tersebut.
Tak lama berselang, medsos kembali heboh dengan beredarnya video Krishna dengan seorang bocah. Suara seorang wanita di video itu menyebutkan agar sang anak minta gendong kepada sang papa. Santer diisukan Krishna adalah ayah dari anak tersebut.
Namun, pekan lalu, wanita bernama Alice Wara tampil di publik membela Krishna. Alice mengaku wanita dengan luka lebam dan diperban yang beredar di medsos, adalah dirinya. Ia pun mengaku sudah diperiksa oleh Paminal Divisi Propam Mabes Polri, Jumat (17/9).
Meski begitu, ia memastikan foto itu bukan akibat penganiayaan yang dilakukan Krishna. Melainkan akibat kecelakaan lalu lintas dan luka saat latihan bela diri.
Alice mengungkapkan, saat diperiksa di Propam Mabes Polri, ia juga ditanyai soal rekaman video di mana anaknya memanggil Krishna dengan sebutan "papa".
Bahkan, Propam Mabes Polri meminta Alice untuk melakukan tes DNA terhadap anaknya. Namun, Alice menolak permintaan Propam untuk tes DNA terhadap anaknya.
Alice mengaku sedikit terganggu dengan permintaan tes DNA dan pertanyaan Propam soal video tersebut. Apalagi video itu dikaitkan dengan isu istri siri yang dikaitkan dengan Krishna.
"Kalau saya ngikutin tes DNA itu berarti saya mengiyakan ada hubungan dengan Pak Krishna. Sementara kan saya di sini enggak mengiyakan. Kasihan dong anak saya," kata Alice.
"Yang bikin tergganggu seolah-olah anak itu anak Pak Krishna. Karena yang lebih fokus (pemeriksaan paminal) ke video itu. Video itu tersebar, ada kata 'papa' kan. Itu video iseng, tersebar, disalahgunakan orang, tapi saya sama Pak Krishna enggak ada hubungan apa-apa," kata Alice di Jakarta, Minggu (18/9) malam.
Dia mengaku tidak pernah mengunggah video itu di akun media sosialnya. Video itu tersimpan di handphone pribadinya yang dirampas perampok pada Desember tahun lalu.(kos/tribunnews.com)
Baca Berita Selengkapnya di Koran Tribun Lampung edisi Sabtu 24 September 2016
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/wakapolda-krishna-murti_20160811_164841.jpg)