Headline News Hari Ini

Siswa Miskin Dibiayai Pemprov Lampung

Peralihan aset SMA dan SMK di Bandar Lampung oleh Pemprov Lampung menyisakan masalah.

Editor: taryono
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Suhada guru Bahasa Lampung SMAN 1 Bandar Lampung sedang mengajarkan anak didiknya 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Peralihan aset SMA dan SMK di Bandar Lampung oleh Pemprov Lampung menyisakan masalah. Mulai dari kelanjutan program Bina Lingkungan (Biling) hingga nasib guru honorer.

Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Hery Suliyanto menegaskan bahwa pemprov akan tetap membiayai sekolah siswa miskin. Namun, berbeda dengan program Biling, disdikbud memberlakukan seleksi akademik bagi siswa miskin yang akan diterima di sekolah secara gratis.

"Saya minta seluruh kepsek (SMA dan SMK) untuk tetap menyeleksi siswa miskin yang memang berniat bersekolah. Kita menginginkan supaya kualitas pendidikan kita terjaga dan harapannya angka pasrtisipasi kasar (APK) kita meningkat," kata Hery saat menggelar konferensi pers di Begadang Resto, Bandar Lampung, Jumat (23/9).

Hery juga menegaskan, pemprov tidak akan melanjutkan program Biling milik Pemkot Bandar Lampung. Sebab, mekanisme penerimaan yang digunakan pemprov berbeda.

"Jadi jangan menerima siswa yang miskin saja. Jadi nanti saya menginstruksikan ke seluruh kepala sekolah untuk tetap menyeleksi siswa. Tujuannya untuk melihat kualitas," ucap dia lagi.

Dengan adanya mekanisme tes, terus Hery, nilai siswa yang mendaftar akan diperingkat. Siswa dengan nilai tertinggi akan ditempatkan di sekolah-sekolah unggulan, misalnya SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

"Biling nantinya memang tidak ada lagi. Tetapi, kita akan ganti dengan sekolah gratis. Saya berharap program sekolah gratis dari Pemprov Lampung ini bisa memacu semangat siswa untuk giat belajar," imbuhnya.

Kasi SMA Disdikbud Lampung Joko Santoso mengatakan hal serupa. Menurut dia, program sekolah gratis melalui mekanisme seleksi bertujuan untuk memacu semangat siswa untuk belajar dan mempertahankan kualitas lulusan.

"Namun, selain itu juga untuk memberikan kesempatan yang sama kepada siswa, baik yang kaya maupun miskin, untuk masuk ke sekolah unggulan sesuai dengan kapasitasnya," tutur Joko.

Joko menjelaskan, kualitas siswa harus tetap terjaga. Jangan sampai pemerintah menyekolahkan siswa miskin tanpa memikirkan kualitas lulusannya.

Sampai Lulus

Meski SMA dan SMK di Bandar Lampung diakuisi oleh Pemprov Lampung, hal itu tidak menyurutkan niat Wali Kota Bandar Lampung Herman HN untuk melanjutkan program Biling. Bahkan, dia berjanji pemkot akan terus membiayai siswa Biling di jenjang SMA dan SMK saat ini sampai lulus.

"Yang sekarang sudah masuk SMA dan SMK tetap saya tanggung sampai selesai sekolahnya," ujar Herman di ruang kerjanya, Jumat (23/9).

Namun, lanjut dia, siswa yang diterima pada tahun ajaran 2017/208 dan seterusnya tidak akan dibiayai lagi oleh Pemkot Bandar Lampung. "Kalau hak kelola sudah sama provinsi, ya kita tidak menanggung lagi. Kalau masih kita yang kelola SMA dan SMK, ya masih ada Biling selama saya menjabat," tambahnya.

Herman juga menegaskan bahwa peralihan aset SMA dan SMK tidak memengaruhi program Biling di tingkat SD dan SMP. "Biling SD dan SMP tetap berjalan dengan baik. Tidak ada pengaruhnya. Sebab, setiap tahun dianggarkan (dana) untuk siswa Biling ini," imbuh Herman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved