Pantulan Petir Sambar BTS, 3 KK Belum Terima Ganti Rugi

Warga Suku 1, Tiyuh Penumangan Baru, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba, protes atas rusaknya alat-alat elektronik milik mereka.

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MENGGALA - Warga Suku 1, Tiyuh Penumangan Baru, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba, protes atas rusaknya alat-alat elektronik milik mereka. Dugaan sementara, kerusakan terjadi akibat pantulan petir yang menyambar menara BTS milik perusahaan tower telekomunikasi.

Informasi yang beredar, dari 5 KK yang rumahnya terkena dampak pantulan petir di sekitar tower, 2 KK di antaranya sudah mendapat ganti rugi berupa ponsel dari penanggung jawab tower. Sementara, 3 KK lainnya yang mengalami kerusakan televisi, kulkas, dan mesin cuci, belum memperoleh ganti rugi.

Kepala Tiyuh Penumangan Baru, Wirdani, menilai, pihak perusahaan tidak kooperatif atas insiden rusaknya alat elektronik milik warga. "Pernah ada telepon dari orang yang mengaku dari pihak perusahaan. Mereka menyatakan mau mengganti 75 persen kerugian warga. Tapi, yang dapat cuma 2 rumah. Sampai sekarang, mereka (pihak perusahaan) belum juga turun," ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/9).

Ia menjelaskan, warga menunggu itikad pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Yang kami minta hanya pertanggungjawaban perusahaan. Bukan berarti kami cari-cari masalah atau menekan perusahaan.

Ini jelas dugaannya karena dampak dari pantulan petir yang menyambar BTS itu," kata Wirdani. "Kalau bisa, secepatnya pihak perusahaan mengganti kerugian warga. Warga selalu mempertanyakan masalah ini kepada kami," imbuhnya. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved