Istrinya Disebut sebagai Perempuan Pesolek, Matre, hingga Gila Belanja: Ini Kata Mario Teguh

Tarif Mario mencapai Rp 150 juta/jam, fasilitas akomodasi kelas president suite.

Instagram/linnateguh
Keluarga Mario Teguh 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Lilis Maryati

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kemunculan Ario Kiswinar ke publik dengan mengaku sebagai anak kandung Mario Teguh tampaknya membuat kehidupan pribadi sang motivator menjadi sorotan publik.

Banyak pihak yang berspekulasi, Linna Teguh merupakan wanita ketiga yang merusak rumah tangga Mario dengan Aryani Soenarto.

Belum lagi, saat Mario Teguh klarifikasi di acara Sapa Pagi Indonesia, Kompas TV, Jumat (9/9/2016) pernyataan tersebut dibantah oleh sang adik kandung, Permata Kumara Teguh.

Kum Kum, sapaan akrab adik kandung motivator kondang ini membeberkan bahwa Aryani Soenarto tidak berbagi ranjang dengan pria lain.

Sebaliknya, Mario Teguh yang melakukan perselingkuhan.

Heboh pemberitaan tersebut, terungkap juga berapa tarif Mario Teguh per jam saat memberi motivasi.

Sebuah sumber yang sebelumnya ingin mengundang Mario, akhirnya mengurungkan niatnya.

Ya, dikatakan bahwa tarif Mario mencapai Rp 150 juta/jam, fasilitas akomodasi kelas president suite, dijemput dengan mobil Alphard hingga harus membayari Linna Teguh belanja sepuasnya.

Mario Teguh
Instagram/marioteguh

Seakan ingin membersihkan nama istrinya, Mario mengunggah postingan di Instagram dengan caption penjelasan bernada pembelaan terhadap Linna.

"Keluarga adalah kelompok paling kecil, tapi dunia yang paling besar.

Sebagian orang yang seperti sedang menunggu keluarganya sendiri rusak, membenci saya karena saya pernah gagal menikah, seperti sudah pasti tidak akan ada prahara yang akan membuyarkan keluarganya.

Gagal menikah itu sesuatu yang tidak disukai oleh Tuhan, tapi tetap menjadi hak kita untuk memilih dan memulai lagi dari awal yang lebih baik.

Pernikahan saya yang dulu berlangsung selama 9 tahun. Dua tahun kemudian saya menikahi wanita yang mengindahkan hidup saya selama hampir 22 tahun terakhir.

Kalau Ibu Linna itu bukan orang baik, mengapa saya menjadi pribadi yang lebih baik - alhamdulillah - dan lebih luas rentang pelayanannya kepada sesama, dan bagaimana mungkin saya bisa membangun kesejahteraan yang baik bagi Ibu Linna dan anak-anak?

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved