Banyak Pengajar PAUD dan TK Mengajar Tidak Sesuai Kompetensi
Keterbatasan tenaga pengajar di Indonesia, termasuk di Lampung, saat ini masih jauh dari kata layak.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Keterbatasan tenaga pengajar di Indonesia, termasuk di Lampung, saat ini masih jauh dari kata layak. Khususnya tenaga pengajar bagi anak-anak di usia dini atau taman kanak-kanak. Masih banyak tenaga pengajar hanya sekadar sukarela untuk mengajar atau tidak sesuai dengan kompetensinya, mengajar anak-anak PAUD atau TK.
Atas latar belakang itu, Perempuan Amanat Nasional (PUAN) menggagas gerakan sosial PUAN Mengajar. Gagasan tersebut diwujudkan dalam acara pelatihan gerakan 1.000 guru PAUD dan TK se-Lampung yang berlangsung di Ruang Abung, Balai Keratun, Pemprov Lampung, Kamis (13/10/2016).
Wakil Ketua PUAN Futri Zulya mengatakan, tujuan gerakan tersebut adalah untuk meningkatkan nilai kompetensi guru PAUD dan TK, dengan memberikan beragam pelatihan pengajaran secara gratis.
“Anak-anak usia dini saat ini harus mendapatkan hak pendidikan yang layak. Tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia saja. Namun bagi mereka yang terletak di pelosok negeri. Sehingga keterampilan atau kompetensi tenaga pengajar harus ditingkatkan dengan baik,” kata Futri dalam siaran pers yang diterima Tribunlampung.co.id, Kamis (13/10/2016).
Penggagas sekaligus praktisi PAUD Zita Anjani mengungkapkan, gerakan sosial PUAN Mengajar tersebut fokus untuk mengajarkan metode untuk membangun karakter anak.
“Saat ini, 80 persen tenaga pendidik masih menggunakan metode pembelajaran yang fokus ke calistung (baca, tulis dan berhitung) konvensional. Harusnya, sudah menggunakan metode membangun karakter anak, seperti mendongeng,” kata Zita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penggagas-sekaligus-praktisi-paud-zita-anjani_20161013_132506.jpg)