Pengamat LIPI: Pidato SBY Memanas-manasi Situasi Jelang Unjuk Rasa 4 November

mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai malah memperkeruh suasana dengan pidatonya

Pengamat LIPI: Pidato SBY Memanas-manasi Situasi Jelang Unjuk Rasa 4 November
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ani Yudhoyono dan petinggi Partai Demokrat menghadiri diskusi netizen di Cibubur, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2016). Diskusi tersebut bertemakan Perlukah Revisi UU KPK dengan mendengarkan pendapat para netizen yang peduli pemberantasan korupsi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Di tengah memanasnya situasi keamanan Negara menjelang unjuk rasa Jumat (4/11), mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai malah memperkeruh suasana dengan pidatonya. Demikian diungkapkan pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa (LIPI) Syamsuddin Haris.

“SBY sudah jelas-jelas memprovokasi, dia memanas-manasi situasi dengan pidatonya,” ujarnya dalam forum diskusi wartawan peduli kebhinekaan, di Hotel Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).

Menurutnya, dengan pidatonya tersebut, SBY bahkan telah mensejajarkan dirinya dengan pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

“Perseteruan antara SBY dan Megawati tidak pernah tuntas meski Pilpres sudah lama sekali selesai. Ini menyimpan bara api relasi sosial hingga semua unsur bangsa,” ujarnya.

Seperti diketahui, SBY pidato di rumahnya di Cikeas mengomentari rencana unjuk rasa besar-besaran.

“Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, jangan salah kutip, negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan. Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat quality before the law. Itu bagian dari demokrasi, negara kita negara hukum. Kalau perlu diporses tidak perlu ada tudingan Pak Ahok tidak boleh disentuh. Bayangkan do not touch Pak Ahok, bayangkan,” ujarnya.

Editor: soni
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved