Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Ada Jomblo Sengsara, Merana Sampai Kedaluwarsa di Komunitas PJG
“ya kalau dia jarang aktif medosnya pasti berada di level satu terus yaitu jomblo kedaluwarsa"
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Cukup unik dengan komunitas yang satu ini, karena isinya merupakan sekumpulan jomblowan dan jomblowati di Bandar Lampung yang dinamakan, Panti Jomblo Gokil (PJG). Kegiatannya sendiri, mulai dari kumpul-kumpul asyik sembari curhat, cari jodoh, sampai berbau kemanusiaan seperti bakti social.
Komunitas yang berdiri pada awal tahun 2016 ini, biasanya kopdar rutin setiap Sabtu malam minggu di kawasan Saburai (kedai Ketan susu samping Pasar Seni Enggal) dan hari Minggu sore di tempat yang berpindah-pindah sesuai kesepakatan bersama. Sesuai dengan namanya, isinya bermayoritaskan orang-orang yang belum memiliki pasangan alias jomblo.
Ketua Panti Jomblo Gokil, Bambang Uka menuturkan, setiap kumpul, mereka biasanya membahas hal-hal yang menyenangkan hati saja asal gokil dan bisa membuat para anggotanya tertawa lepas. Di PJG juga, walaupun isinya bermayoritaskan para jomblo, namun beberapa anggota pula ada yang tidak jomblo mengingat aturan dalam komunitas ini tidak dikhususkan oleh para indivindu tanpa pasangan.
“kita rutin kopdar seminggu dua kali, yang disana saat kumpul itu banyak yang kita bahas, mulai dari candaan biasa, motivasi kepada para jombloers, sampai mencari jodoh juga. Aturan disini kita boleh mencari pasangan antar sesama anggota asalkan memang serius bukan untuk main-main atau modus belaka,”Uka.
Dari adanya komunitas PJG, sang pendiri komunitas ini berharap, dapat mewadahi para jombloers di kota Bandar Lampung untuk dapat berkumpul ria, sambil mencari pasangan pula tentunya, walaupun bukan seperti cari jodoh, namun setidaknya di PJG sendiri, para jomblowan dan jomblowati yang tergabung ini dapat berbagi cerita mengenai pengalamannya masing-masing.
“PJG sendiri, merupakan komunitas yang dibentuk disebuah media social bernama Beetalk. Sampai saat ini jumlah anggota berjumlah sekitar 60an orang. Selain sering berchat ria di aplikasi medsos tersebut, mereka biasa bertatap muka langsung melalui kopi darat. Uniknya pula, di aplikasi medsos tempat mereka berchatt ria tersebut, terdapat tingkatan kategori jomblo sesuai dengan keaktifan mereka di medsosnya tersebut.
“kita ada tingkatan kategori jomblo di Beetalk ini, yaitu sang pemilik akun memiliki nama sebagai Jomblo istimewa, dibawahnya ada admin dengan kategori sebagai jomblo bahagia. Dibawahnya lagi untuk anggota level 5 bergelar jomblo galau, jomblo sengsara, jomblo merana, jomblo ngenes, sampai di level satu yaitu jomblo kadaluarsa,”ujar pria berbadan tambun ini sambil tertawa.
Tingkatan kategori jomblo tersebut, bukan berarti semakin berada dilevel terbawah dikarenakan lama menjomblonya yang parah, namun disematkan sesuai dengan tingkat keaktifan indivindunya menchatt di medsos mereka. “ya kalau dia jarang aktif medosnya pasti berada di level satu terus yaitu jomblo kedaluwarsa, namun semakin dia sering aktif digroup, maka tingkatannya akan semakin naik,”tutur Uka lagi.
PJG tidak memiliki atauran yang spesifik, namun jangan sampai sesorang yang memang sudah memiliki pasangan, bergabung dengan komunitas ini dengan mengaku-ngaku sebagai jomblo. Karena aturan di PJG sendiri para anggotanya harus bisa menjaga satu sama lain. Untuk mengenali mana yang jomblo sebenarnya dengan jomblo KW yang gabung di PJG adalah pada saat kumpul di malam Minggu tersebut.
Biasanya, jika saat malam Minggu salah seorang anggota tersebut tidak ikut kopdar, dapat dipastikan sudah memiliki pasangan alias sedang wakuncar. “Makanya kita pilih kumpul malem Minggu mas, biar keliatan mana yang jomblo bener mana yang KW,” jelas Uka.