ADVERTORIAL

Suasana Baru di Kantor Baru, Transformasi Bank Mantap Menuju Kancah Nasional

PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) secara resmi membuka kantor fungsional di Denpasar.

Suasana Baru di Kantor Baru, Transformasi Bank Mantap Menuju Kancah Nasional

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) secara resmi membuka kantor fungsional di Denpasar.

Letak kantor tak jauh dari kantor pusat yang berada di Jalan Melati, Denpasar. Kantor baru ini memiliki konsep unik dengan design lebih atraktif, guna merangsang produktivitas dan kreatifitas sumber daya manusia (SDM) Bank Mantap lebih baik lagi.

Semangat baru ini, diharapkan juga mampu menarik generasi digital berkompeten dari berbagai daerah di Indonesia untuk bekerja dan ikut memajukan Bank Mantap melangkah menjadi bank berskala nasional.

“Sebetulnya ijin kantor sudah keluar beberapa minggu lalu, namun kami menginginkan peresmiannya bersama-sama rekan dari Taspen,” kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen Pos ( Bank Mantap), Nixon L.P. Napitupulu, usai meresmikan kantor baru di Denpasar, Kamis (10/11).

Ia menyebut kantor baru ini sebagai Kantor Melati 2, dan kantor pusat sebelumnya sebagai Kantor Melati 1. Lahirnya Kantor Melati 2 ini, seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank Mantap yang kian membesar, berimplikasi langsung dengan penambahan SDM di dalamnya. Ia berharap transformasi menuju bank nasional, diharapkan terjadi di kantor berkonsep unik ini.

“Apalagi pegawai kami 80 persennya sudah generasi X dan Y, yang bukan hanya dari Bali tetapi dari seluruh Indonesia,” cetusnya. Nixon sapaan akrabnya, menjelaskan Kantor Melati 2 ini lebih difungsikan sebagai kantor non operasional dan lebih banyak ke administrasi non cash.

Sedangkan kantor Melati 1 masih difungsikan sebagai kantor operasional. Mengenai perpindahan kantor pusat ke Jakarta, pihaknya masih menggodok segala syarat yang dibutuhkan termasuk meminta ijin ke OJK. “Nanti bertahap, karena ini harus diperhitungkan dengan matang, seperti operasional, kemudian IT dan sebagainya. Mungkin nanti hanya beberapa unit yang pindah duluan ke Jakarta 2017 ini,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kredit Bank Mantap tumbuh di atas 150 persen dengan capaian ter-update Rp 4,2 triliun dan target sampai akhir tahun Rp 5 triliun. Sementara untuk aset, diharapkan bisa tumbuh hingga Rp 6 triliun di akhir tahun dengan angka terupdate sebesar Rp 5,6 triliun.

“Nah 50 persen dari fortofolio kredit kami adalah kredit pensiun, harapan kami di akhir tahun bisa 60 persen lebih. Semua nasabah pensiun kami masih dari Taspen, untuk Asabri kami akan segera membuat PKS/MoU, sehingga mudah - mudahan pertumbuhannya lebih kencang lagi,” jelasnya.

Hingga kini, kredit pensiunannya telah lebih dari Rp 2 triliun dan diharapkan menjadi Rp 3 triliun dengan target 26 ribu debitur dari sekitar 20 ribu debitur yang ada.

Perpindahan kantor ini, diapresiasi Direktur Utama PT Taspen Persero, Iqbal Latanro. “Saya optimistis dengan perpindahan ini Bank Mantap akan semakin besar. Sehingga dibutuhkan kantor yang lebih representatif. Apalagi banyak generasi X dan Y dengan semangat dan motivasi yang bagus,” ucapnya.

Ia melihat Bank Mantap memiliki prospek ke depan yang bagus, khususnya di kredit pensiunan. Hal ini berkaitan dengan core bisnis Taspen yang mengelola tabungan pensiun.

“Dengan pengelolaan seperti ini, maka Bank Mantap akan semakin besar dan berdampak terhadap nilai saham Taspen serta return yang kami peroleh dari investasi yang ada,” katanya. Untuk itu, pihaknya men-support dan memberi peluang kepada Bank Mantap dalam mengelola dana pensiun sesuai koridor yang ada.

“Jangan sampai diterjemahkan ini monopoli, karena ini persaingan usaha. Kami tetap memberi kesempatan kepada yang lain, kebetulan Bank Mantap lebih ahli sehingga lebih cepat memperoleh manfaat dari peluang yang ada,” jelasnya. (ask)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved