Polisi Selidiki Terbunuhnya Gadis Bertato Kupu-kupu yang Ditemukan Tukang Parkir

Tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Metro Setiabudi, hingga Senin (14/11) masih terus berupaya mengungkap kasus

Tayang:
Editor: soni
itatoodesign
Ilustrasi tato kupu-kupu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Metro Setiabudi, hingga Senin (14/11) masih terus berupaya mengungkap kasus dugaan pembunuhan dan perampokan yang menimpa gadis bertato kupu-kupu, Mu Ampiah (28).

Kepala Polsek Metro Setiabudi, Ajun Komisaris Besar Murwoto, menjelaskan, hingga kini tim masih menyelidiki kasus tersebut. Delapan orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk suami dan rekan korban.

"Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan," ujar Murwoto kepada Warta Kota, Senin (14/11).

Jenazah Mu Ampiah sendiri sempat dibawa ke RSUPN Cipto Mangunkusumo untuk keperluan otopsi, Sabtu (12/11/2016). Pada hari yang sama, jenazah gadis malang itu dibawa ke kampung halamannya, Ngawi, Jawa Timur, untuk dimakamkan.

Korban merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai freelancer (pekerja lepas) di salah satu perusahaan swasta.

Dia memiliki suami dan satu anak kecil. Di Jakarta, mereka tinggal di rumah kos di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Sebelumnya diberitakan, seorang gadis cantik ditemukan tewas dengan luka tusuk di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jalan Casablanca, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11) dini hari.

Gadis malang itu memiliki ciri-ciri berkulit kuning langsat, rambut hitam panjang, dan memiliki tato bergambar kupu-kupu di lengan sebelah kiri.

Saat ditemukan, Ampiah mengenakan kemeja merah-hitam, celana jins hitam bermotif robek, dan memakai sepatu hak tinggi warna merah.

Penemuan mayat ini diketahui pertama kali pada tengah malam, sekitar pukul 00.05. Yang menemukan pertama kali adalah dua pemuda setempat, yakni Fachri Ali dan Dodi Fahreza, yang berprofesi sebagai juru parkir.

Awalnya, Fachri dan Dodi hendak pulang ke rumah masing-masing tak jauh dari TPU dengan berjalan kaki.

Keduanya baru saja selesai bekerja sebagai juru parkir di sekitar Jalan Casablanca.

Saat melintas di blok AA1 unit Islam, keduanya dikejutkan dengan sesosok wanita yang tergeletak tak bergerak dan berdarah.

Polisi yang datang ke lokasi penemuan mendapati luka tusuk di bagian perut dan lecet di lutut sebelah kiri korban.

Setelah melakukan penyisiran, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, seperti sebilah golok, sarung golok kayu warna coklat, serta kemeja biru garis-garis.

Selain itu, petugas juga menemukan tas warna coklat merek Nike berisi handphone Samsung Galaxy Note 2 warna hitam, kalung, liontin, dua buah cincin, tas make-up, cermin, dompet coklat, jaket hitam bertuliskan Kawasaki, sejumlah uang tunai, dan STNK kendaraan sepeda motor bernomor polisi B 3003 CCM atas nama Meidina. (gps)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved