Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Daging Pada Bayi

Pastikan bayi sudah mengenal sayuran dan buah-buahan baru setelah itu dikenalkan pada daging.

Editor: Reny Fitriani
Nakita
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketika mengenalkan makanan baru pada si kecil, Mama tentu ingin memastikan  bahwa anak siap untuk menerima jenis makanan tersebut. Salah satu jenis makanan yang membutuhkan kesiapan adalah daging. Kapan bayi boleh makan daging? Mama sebaiknya mengenalkan daging ketika bayi berusia 7 hingga 10 bulan. Pastikan bayi sudah mengenal sayuran dan buah-buahan baru setelah itu dikenalkan pada daging.

Mengenalkan buah dan sayuran terlebih dahulu sangat penting untuk mengenalkan tekstur serta rasa. Dengan terbiasa mendapatkan tekstur dari buah dan sayur, bayi bisa mengolah daging dalam mulutnya. Pertama-tama Mama bisa mengenalkan daging yang dicampur dengan bubur untuk menghindari bayi tersedak. Sebab, bayi mungkin belum memiliki gigi yang cukup kuat untuk mengunyah.

Jangan terburu-buru dalam mengenalkan jenis makanan ini kepada bayi. Bisa saja bayi menolak karena tekstur dan rasa yang baru. Usia 8 hingga 9 bulan menjadi waktu yang tepat karena mereka mulai bosan dengan sayuran dan buah-buahan sehingga membutuhkan sesuatu lainnya yang ingin dicoba. Mama juga perlu cara yang tepat untuk mengolahnya agar bayi lebih mudah menerima tekstur serta rasa dari daging.

Sebagai awalan mengenalkan daging, Mama juga bisa menyajikan daging yang dicampur dengan bubur pada bayi. Mama bisa mengubah daging menjadi bubuk dengan memasukkan potongan kecil daging ke dalam blender. Campurkan daging dengan kaldu untuk memudahkan daging larut. Mama bisa menambahkan kentang atau nasi serta sayuran sebagai pelengkap. 

Selain dengan bubur, Mama bisa mengolah daging dengan berbagai variasi agar bayi bisa makan daging. Dalam menyajikan daging kepada bayi, usahakan menghilangkan bagian lemak dari daging. Kemudian tumbuk atau hancurkan daging menjadi lebih halus dan potong-potong kecil atau pastikan daging bisa dikonsumsi oleh si kecil. Ratakan daging yang sudah halus dengan ketebalan yang merata. Saat mengolah daging sebaiknya Mama memasaknya dengan sempurna agar bakteri tidak masuk ke dalam tubuh. Namun, daging yang terlalu kering akan membuat bayi sulit mengolahnya.

Sumber: Nakita
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved