Terowongan Runtuh di Gaza, Dua Pejuang Hamas Tewas, Tiga Hilang
Terowongan pertahanan adalah senjata utama bagi Hamas selama konflik terakhir di tahun 2014, dengan sejumlah serangan kejutan di dalam teritorial Isra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GAZA CITY - Dua gerilyawan Hamas tewas, dan tiga orang lainnya hilang, setelah sebuah terowongan di Jalur Gaza runtuh, demikian dikatakan sayap militer kelompok Islam itu, Kamis (8/12/2016).
"Brigade Al-Qassam memuji pejuang Ismail Abdul Kareem dan Rami Muneer dari Shejaiya, yang meninggal setelah runtuhnya terowongan pertahanan," kata kelompok Hamas sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse.
Sebuah sumber yang dekat dengan Qassam mengatakan, lima militan berada di terowongan ketika runtuh.
Petugas sedang berupaya mencari dan menyelamatkan tiga lainnya.
Selama bertahun-tahun, para penguasa Hamas dari Gaza telah membangun sebuah labirin terowongan.
Di antaranya, terowongan yang melintasi di bawah perbatasan Israel, untuk digunakan dalam setiap konflik baru.
Israel dan militan Palestina di Gaza telah terlibat tiga kali perang sejak 2008, dan wilayah itu telah berada di bawah blokade Israel selama satu dekade.
Terowongan pertahanan adalah senjata utama bagi Hamas selama konflik terakhir di tahun 2014, dengan sejumlah serangan kejutan di dalam teritorial Israel.
Kelompok itu juga membangun jaringan yang luas dalam terowongan di bawah perbatasan dengan Mesir, untuk menyelundupkan senjata dan barang-barang dari semua jenis.
Namun, semunya telah sangat terganggu karena pembentukan tanah tak bertuan, di sepanjang perbatasan atau garis depan oleh Kairo.
Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya 23 warga Gaza tewas dalam insiden terowongan.
Kebanyakan mereka adalah pejuang Hamas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/terowongan-di-mesir_20161208_162655.jpg)