Monsun Asia Bikin Curah Hujan di Lampung Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau agar masyarakat Lampung berhati-hati terhadap kondisi cuaca yang sudah memasuki

Tayang:
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: soni
TRIBUN LAMPUNG/Eka Ahmad Solichin
Hujan lebat di Rajabasa, Kamis (8/12/2016) siang. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau agar masyarakat Lampung berhati-hati terhadap kondisi cuaca yang sudah memasuki musim penghujan.

Pengamat dan Prakirawan BMKG Lampung Rahmat Subekti mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Lampung lebih dipengaruhi kondisi cuaca pada musim hujan. Kondisi tersebut, menurut Rahmat, lebih dipengaruhi oleh Monsun Asia yang saat ini sedang aktif.

“Monsun merupakan faktor dominan yang memengaruhi musim di Indonesia, musim hujan dan musim kemarau. Saat ini yang sedang aktif adalah Monsun Asia yang umumnya sifat udaranya lembab. Sehingga dapat menambah pasokan uap air di sekitar wilayah Indonesia. Sehingga pada saat Monsun Asia sedang aktif, wilayah Indonesia dalam musim hujan, termasuk Lampung,” jelas Rahmat kepada Tribun, Kamis (22/12).

Di sisi lain, BMKG merilis kondisi cuaca terkini. Dalam rilis yang dikirimkan, disebutkan, dua Siklon Tropis (TC) terbentuk di dekat wilayah Indonesia, yaitu TC YVETTE dan TC NOCK-TEN. TC YVETTE tumbuh di Samudera Hindia Sebelah Selatan Jawa, pada posisi 14.1 Bujur Timur (BT), dan 114.2 Lintang Selatan (LS), tepatnya pada jarak sekitar 653 kilometer (km) dari Denpasar pada Rabu (21/12) pukul 13.00 WIB.

Pusat tekanan rendahnya 990 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitarnya 75 km per jam. Pergerakan TC YVETTE perlahan ke arah timur-tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Sedangkan TC NOCK-TEN terbentuk di Samudera Pasifik Barat sebelah utara Papua, tepatnya di 8.1 Lintang Utara (LU), 139.6 BT pada Kamis (22/12) pukul 04.00 WIB.

Pusat tekanan rendah TC NOCK-TEN mencapai 1000 hPa dengan angin maksimum di sekitarnya mencapai 93 km/jam dan pergerakannya ke arah Barat Laut dengan kecepatan 20 km/jam. Dalam waktu dua hari ke depan kedua TC tersebut masih dapat terbentuk.

Rahmat mengungkapkan, kondisi cuaca tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap Lampung. Menurut Rahmat, kondisi cuaca di Bumi Ruwa Jurai saat ini lebih dipengaruhi oleh Monsun Asia. “Adanya dua Siklon Tropis yang terbentuk itu tidak memengaruhi Lampung dan tidak berdampak apa-apa terhadap Lampung,” tandas Rahmat.

Tags
BMKG
Tribun
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved