Peluk Maaf dan Setangkai Bunga Bagi Bunda pada Prosesi Basuh Kaki

Berbagai ekpresi kesedihan terlihat pada wajah mahasiswa Universitas Malahayati ketika membasuh kaki ibunda tercintanya.

Penulis: Dewi Anita | Editor: soni
TRIBUN LAMPUNG/Dewi Anita

Laporan Reporter Tribun Lampung Dewi Anita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berbagai ekpresi kesedihan terlihat pada wajah mahasiswa Universitas Malahayati ketika membasuh kaki ibunda tercintanya. Dengan diiringi musik dan puisi tentang ibu, tangis pun tak terbendung dari mahasiswa maupun ibunya.

Mereka tidak malu dan canggung mengungkapkan betapa besar kemuliaan seorang ibu, bahkan betapa banyak kesalahan yang anak perbuat kepada ibunya. Semua mahasiswa turut larut dalam kesedihan saat membasuh kedua kaki ibundanya.

Dengan rasa bersalah mereka berusaha meminta maaf kepada ibunda yang membesarkannya. Berbagai ekpresi kesedihan terlihat betapa pentingnya peran seorang ibu terhadap anaknya.

Larut dalam kesedihan dan perasaan bersalah kepada sang ibu, para panitia pun ikut meneteskan air mata ketika prosesi basuh kaki ibunda.

Usai membasuh kedua kaki ibundanya, mereka berusaha meminta maaf dengan memeluk sang ibunda dan juga memberikan setangkai bunga yang disiapkan untuk ibu tercinta.

Tak luput kesedihan Anjasmara, mahasiswa Fakultas Hukum universitas Malahayati. Anjas yang berasal dari daerah Krui ini dapat meluapkan kesedihan dan meminta maaf kepada ibundanya. Lantaran dirinya merasa selama ini banyak dosa dan kesalahan.

"Alhamdulillah saya bisa membasuh kaki ibu saya di acara ini, ajang ini sangatlah berarti bagi saya dan merupakan kegiatan pertama kali saya melakukan hal ini," kata Anjas.

Selama ini dia mengaku hanya meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat dengan perkataan, namun hari ini dengan membasuh kedua kaki ibu dia merasa lebih bersyukur. "Membasuh kaki ini tidak mungkin dilakukan setiap hari, bahkan satu tahun sekalipun sangat jarang. Maka saya sangat bersyukur  kegiatan ini dapat memberikan saya motivasi agar tidak menyakiti orangtua," katanya

Bahkan mahasiswa asal Krui ini pun meminta kepada ibunda untuk turut hadir dalam acara ini. "Saya bilang sama ibu akan ada acara hari ibu di kampus, dan Alhamdulilah ibu mau datang walau dirumah juga banyak kegiatan. Padahal saya tidak bilang jika acaranya akan membasuh kaki ibu, namun ibu tetap mau datang jauh-jauh ke kampus ini," imbuhnya.

Haru dan kesedihan yang dialami Anjas ini karena merasa dirinya banyak kesalahan. "Saya menghormati kedua orangtua saya, tapi ibulah yang lebih saya utamakan," katanya.

Begitupula dengan Nur Aisyah sang ibunda. Dirinya datang jauh dari Krui untuk untuk mengikuti acara perayaan hari ibu. "Saya awalnya tidak tahu acaranya seperti apa, hanya anak saya meminta untuk datang di acara yang diadakan dikampus," kata Nur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved