Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Bergumul dan Lukai Petugas, Dorrr! Kaki Bandar Narkoba Dibedil Polisi
Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap bandar narkoba bernama April (31) di Jalan WR Supratman
Penulis: wakos reza gautama | Editor: soni
Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap bandar narkoba bernama April (31) di Jalan WR Supratman, Kelurahan Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan. Petugas terpaksa menembak April karena melawan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai mengatakan, April melawan dengan meninju anggota kepolisian yang hendak menangkapnya. “Terjadi perkelahian dengan petugas sampai bergumul,” kata Abrar, Kamis (22/12/2016).
Akibatnya, salah satu petugas mengalami luka di bagian tangan. Karena sudah melakukan perlawanan, petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki mantan anggota Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung ini.
Dari tangan April, polisi menyita barang bukti berupa satu buah dompet berisi 10 butir pil ekstasi dan dua bungkus plastik klip berisi sabu seberat Rp 2,41 gram. April mendapatkan narkoba itu dari seorang berinisial YN.
Abrar mengutarakan, petugas masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pemasok ineks dan sabu ke April. Bukan kali ini saja polisi menangkap April. Dua tahun lalu, polisi meringkus April karena kepemilikan narkoba.
Selain menangkap April, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung juga menangkap bandar narkoba lainnya bernama Pahril alias Rukil (46). Polisi menangkap Pahril di rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang.
Abrar Tuntalanai mengatakan, Pahril ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat. “Tersangka kami tangkap saat akan transaksi,” ujar dia.
Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 50 butir pil ineks warna abu-abu, 50 butir pil ineks warna merah, satu bungkus sabu seberat Rp 9,38 gram dan empat paket kecil sabu seberat 1,87 gram.
Tersangka mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar berinisial BR. Abrar mengatakan, petugas masih menyelidiki siapa BR yang dimaksud Pahril. “Kasusnya masih dalam pengembangan,” ujar dia.