Tangan Terjepit Batu, Warga Lampung Tengah Tenggelam di Air Terjun Way Lalaan

Saat itu langsung ditemukan, cuma karena kondisinya terjepit maka harus dilakukan penyingkiran batunya dan itu agak lama.

Tayang:
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Heribertus Sulis
Metro
ILUSTRASI: Foto pulau tropis diatas sungguh menakjubkan. Mulai dari nuansa fauna eksotis, pantai berpasir putih, laguna biru menerawang, air terjun, sauna, taman petualangan. 

KOTA AGUNG, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Elysaputra (23), warga Desa Regas, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, tewas tenggelam saat mandi di salah satu air terjun di kompleks Air Terjun Way Lalaan.

Menurut Halimi, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Tanggamus, korban tenggelam di air terjun kedua yang berjarak sekitar 500 meter dari air terjun pertama yang selama ini dikenal.

"Penyebab tenggelam karena tangan kiri korban terjepit di dasar kolam tempat jatuhnya air. Kemungkinan karena tidak bisa melepaskan diri, akhirnya korban meninggal," terangnya, Jumat (30/12).

Ia menjelaskan, korban tenggelam di kedalaman lima meter selama 45 menit.

Semula saat dinyatakan hilang, pengelola sudah lakukan penyelaman, namun tidak ditemukan.

Kemudian tiba Tim Unit Reaksi Cepat dari BPBD Tanggamus dan langsung melakukan penyelaman.

"Saat itu langsung ditemukan, cuma karena kondisinya terjepit maka harus dilakukan penyingkiran batunya dan itu agak lama. Tapi setelah batu bisa digeser, korban pun bisa diangkat," jelas Halimi.

Korban pun langsung dibawa ke RSUD Kota Agung untuk dilakukan visum. Hasilnya, penyebab korban meninggal karena tenggelam lalu kehabisan oksigen karena berada di dalam air.

Korban datang ke Way Lalaan bersama rekan-rekannya berjumlah sembilan orang. Korban dan rekan-rekannya memang mandi di air terjun kedua.

Di sana tidak ada penjaga yang mengawasi karena penjaga fokus di air terjun pertama yang lebih ramai pengunjung.

Saat mandi, korban bersama teman lainnya bernama Suci Rahmawati. Namun, Suci berhasil diselamatkan sedangkan Elysaputra tenggelam.

"Korban mandi di titik tempat jatuhnya air, kemungkinan karena tidak kuat melawan arus, sedangkan air terus datang, akhirnya korban tenggelam dan terjepit tangannya," kata Halimi.

BPBD Tanggamus mengimbau jelang libur akhir tahun agar pengunjung tempat wisata berhati-hati dan waspada terhadap ancaman kecelakaan wisata, khususnya tempat wisata air.

Utamakan keselamatan diri dibanding rasa penasaran atau rasa terlalu bersemangat saat tiba di tempat wisata karena itu membuat lengah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved