KM Zahro Terbakar
Penumpang Hamil 5 Bulan Loncat dari Kapal yang Terbakar
Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, kebakaran Kapal Zahro Express itu. Di tengah laut saya sama suami saya itu nekat melompat dari lantai II
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA-Dwi Putri (23), seorang penumpang wanita di Kapal Zahro Express yang selamat dari kobaran api, tidak berhenti mengucapkan rasa syukurnya karena selamat dari maut.
Warga Pulau Tidung, Kepulauan Seribu yang tengah mengandung lima bulan ini, mengatakan ketika kapal Zahro Express terbakar di perairan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (1/1/2017), ia bersama suaminya, Andi (25), sontak melompat dari atas kapal tanpa pelampung, dan diketahui mengapung selama setengah jam.
"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, kebakaran Kapal Zahro Express itu. Di tengah laut saya sama suami saya itu nekat melompat dari lantai II kapal Zahro Express, saat kejadian," ujarnya.
"Saya dan suami nekat melompat tanpa pelampung. Kondisi saya ini, dalam keadaan hamil padahal. Ada setengah jam saya dan suami mengapung di laut," katanya saat dihubungi.
Ia menceritakan, suaminya sampai saat ini pun masih shock atas kejadian yang menimpa mereka.
Walau ia serta suaminya tak mengalami luka serius, tapi teriakan histeris para penumpang cukup membuatnya trauma.
"Alhamdulillah, dan benar-benar mukjizat datang ke saya dan suami saya. Batin saya itu benar-benar sedih betul dan takut, sebab tepat di mata kepala saya sendiri saya melihat di bagian dalam api berkobar, orang yang terbakar bagian dalam kapal itu teriak histeris minta tolong," paparnya.
Berawal ketika dirinya ingin ke Pulau Tidung, menumpang di kapalZahro Express sudah merasakan tidak nyaman.
Ia mengaku, saat masuk ke dalam kapal mencium bau panas mesin dan gosong seperti ada benda terbakar.
"Sebelum kapal itu melaut, perasaan saya itu sudah sangat tidak enak. Saya mencium bau bensin, bau gosong bahkan bau anyir panas mesin. Berhubung kapal itu kapal terakhir terpaksa saya naik," ujarnya.
"Bau aneh itu saya hiraukan karena saya harus balik ke Pulau. Setelah melepas tali jangkar, itu kapal akhirnya bergerak dari pelabuhan. Kisaran 15 menit, kapal itu mengeluarkan asap. Itu semua (penumpang) panik dan semakin panik, ketika melihat salah satu Anak Buah Kapal (ABK) bernama Rosid langsung melompat dari kapal," kata Dwi.
Ia mengatakan, melihat asap semakin mengepul tebal dan banyak ABK Kapal Zahro Express melompat ke laut, dalam kapal pun diselimuti kepanikan para penumpang.
"Para penumpang panik, ada yang berlarian menuju pintu depankapal. Karena ada yang teriak melihat ada percikan api di dekat mesin kapal. Api cepat menyambar ke seluruh badan kapal dan semakin membesar," ujarnya.
Masih kata Dwi, seluruh penumpang berlarian dan berdesak-desakan menyelamatkan diri. Ada sebagian penumpang sampai adu jotos karena berebut di pintu bagian depan.
"Karena dibelakang api sudah besar ya dan saya bersama suami, kebetulan posisinya ada di lantai II. Itu lantai II (ubin) sudah panas dan muncul api. Saya dan suami langsung lompat tanpa pelampung," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kapal-zahro-express_20170102_133903.jpg)