3 Penyebab Seseorang Merasa Kesepian dan Lebih Terasa pada Malam Hari
Lalu, mengapa Anda merasa benar-benar begitu sepi ketika waktu malam menepi?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Seharian bekerja dan bertemu banyak orang. Kemudian, Anda pulang ke rumah dan merasa sendiri karena Anda masih melajang.
Lalu, mengapa Anda merasa benar-benar begitu sepi ketika waktu malam menepi?
Menurut Amy Banks, seorang psikiater dan pendiri komunitas Jean Baker Miller Institute di Wellesley College, kondisi tubuh yang telah menurun, membuat Anda lebih peka pada emosi negatif, yang menyerang pikiran Anda.
Banks yang juga menulis buku Wired to Connect menjelaskan, kesepian tidak melulu karena Anda tidak memiliki pasangan.
Tetapi, hal itu lebih pada kondisi tidak terhubung dengan siapa pun.
“Memiliki sahabat dan keluarga yang hangat, bisa membuat hidup Anda lebih berarti, meskipun Anda tak memiliki pasangan,” terang Amy Banks.
Kesepian, kata Banks, terjadi karena tiga penyebab.
Pertama, Anda tidak merasakan bentuk emosi bernama zest, yakni energi yang menyala dalam tubuh Anda, ketika membicarakan topik menarik dan lucu, dengan sahabat atau keluarga.
Kedua, Anda terjebak dalam kondisi tidak percaya diri terhadap lingkungan sekitar.
Anda tidak memercayai teman, rekan kerja, dan hubungan yang tidak lagi membuat Anda bersemangat.
Ketiga, Anda tidak menilai diri sendiri dengan baik dan tinggi.
Ketidakhadiran tiga hal itu menciptakan sela kosong dalam hati, yang membebani pikiran Anda.
Sehingga, Anda pun merasa kesepian dan semakin tersiksa saat malam datang.
Amy Banks menjelaskan, rasa kesepian tidak dicetuskan karena tidak memiliki pasangan, tetapi lebih pada tidak memiliki sahabat, rekan kerja yang inspiratif, dan keluarga yang menjadi sistem pendukung keseluruhan hidup Anda.
(Rakhma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-bengong_20170103_233741.jpg)