Tiba-tiba Duaarr! Daging Kulit Tangan Kakak Beradik Ini Hancur, Ibunya Langsung Pingsan

Namun setelah jeda beberapa saat yang seharusnya muncul lontaran bola api lagi, tiba-tiba duaaarrrr.

Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung
Afrizal (25) dan Dede Hermawan (20) di RSUD Abdul Moeloek 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Perayaan Tahun Baru sejatinya menjadi momen yang menggembirakan bagi kakak beradik asal Pesawaran ini. Namun bagi Afrizal (25) dan Dede Hermawan (20), justru menyisakan cerita pahit.

Kedua tangan warga Way Lalap, Gedong Tataan, Pesawaran ini hancur akibat ledakan kembang api.

Mereka kini terpaksa dirawat di RSUD Abdul Moeloek Lampung. Dari pantauan Tribun Lampung, Senin (2/1), Afrizal dan Dede dirawat di Ruang Gelatik.

Keduanya terlihat terkulai lemas. Mereka dirawat berdampingan dan sesekali terlihat menahan rasa sakit pada kedua tangannya yang diperban.

Ahmad Jais orangtua korban menceritakan, awal mula kedua anaknya terkena musibah saat masuk waktu bada Isya Minggu (1/1).

Disekitar dekat rumah, anaknya ingin membakar sisa kembang api perayaan Tahun Baru.

Kembang api berjenis lontar yang mengeluarkan bola bola api dan meledak di udara lalu dinyalakan. Pada lontaran pertama kembang api meledak di udara dengan sempurna.

Namun setelah jeda beberapa saat yang seharusnya muncul lontaran bola api lagi, tiba-tiba duaaarrrr.

Tanpa diduga kembang api meledak di tempat dan melukai kedua tangan Afrizal dan Dede.

"Saya waktu kejadian masih ada acara tahlilan di tempat tetangga, dapat kabar anak kena musibah. Pas dilihat istri saya udah pingsan. Kedua anak saya sudah banyak darah di tangannya," ujar Jais.

"Hancur kulit daging tangannya. Tapi alhamdulillah jari-jarinya gak ada yang hilang masih ada," tambah Ahmad Jais.

Saat itu juga, orangtua membawa kedua anaknya menuju peskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan awal.

Tangan langsung diperban, dan setelah itu segera dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUDAM di Bandar Lampung.

Afrizal dan Dede merupakan anak ketiga dan bungsu pasangan Ahmad Jais dan Salbiah. Mereka berdua merupakan tulang punggung keluarga.

"Afrizal dan Dede ini kerjanya sopir fuso. Biasanya tiga hari gak pulang antar barang ke Jakarta," katanya.

Dan Afrizal kata Jais, hari ini (kemarin) adalah jadwal mengantar barang. Namun karena ada musibah, akhirnya tidak jadi berangkat.

Jais berharap anaknya segera pulih kembali. Kesedihan tampak terlihat dari pasangan yang bekerja sebagai buruh tani itu.

Mata sang ibu sesekali terlihat berkaca-kaca, menangis melihat kondisi kedua anaknya yang terbaring lemah di ruang perawatan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved