Sr Katarina: Faktor Ekonomi Pemicu Timbulnya human trafficking
Ekonomi menjadi salah satu faktor peluang para pelaku human trafficking (perdagangan manusia) masuk ke kehidupan calon korban.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ekonomi menjadi salah satu faktor peluang para pelaku human trafficking (perdagangan manusia) masuk ke kehidupan calon korban. Alih-alih membantu mencarikan atau menyalurkan pekerjaan justru membuat korban tertipu dengan kehadiran pelaku.
Demikian hal yang perlu diwaspadai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak menjadi korban. Kordinator Justice, Peace, Integrity of Creation (JPIC) SFGM Sr Katarina menyampaikan itu dalam seminar terkait Human Trafficking di TK Fransiskus Pringsewu, Minggu (22/1).
Pesan tersebut dia sampaikan terutama bagi kaum muda di wilayah Bumi Jejama Secancanan. Rekrutmen yang dilakukan pelaku dengan iming-iming menyalurkan ke tempat pekerjaan yang layak, kenyataannya disalurkan ke tempat kerja yang tidak sesuai harapan ujar Katarina yang fokus dalam pendampingan korban Human Trafficking, KDRT dan kekerasan anak.
Dalam kegiatan yang bekerjasama dengan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Pringsewu tersebut, Katarina menyampaikan perdagangan orang itu melalui proses pengrekrutan,pengangkutan, pemindahan, penampungan atau penerimaan manusia.
Caranya, yakni dengan melalui ancaman, atau penggunaan kekerasan atau bentuk lain pemaksaan, penculikan, pemalsuan, dan penipuan. Tujuannya, ujar Katarina, untuk eksploitasi.
Dia mengungkapkan, eksploitasi meliputi, setidaknya, eksploitasi prostitusi terhadap orang lain atau bentuk lain eksploitasi seksual lainnya. Juga eksploitasi kerja atau layanan paksa, perbudakan atau praktek yang serupa dengan perbudakan, penghambaan atau pengambilan organ tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sr-katarina_20170122_203756.jpg)