Petani Singkong Lampura Keluhkan Harga Beli Belum Naik

Sekitar 100 orang petani singkong melakukan unjuk rasa damai, Senin (23/1/2017).

Penulis: anung bayuardi | Editor: taryono
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
petani singkong berunjuk rasa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sekitar 100 orang petani singkong melakukan unjuk rasa damai, Senin (23/1/2017).

Adapun rutenya, perusahaan Sinar Laut di Kali cinta, Kotabumi Utara, kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Utara.

Adi Rasyid, koordinator lapangan, mengatakan tuntutan dari persatuan petani singkong Lampung Utara yakni pabrik menaikan harga pokok singkong; Pabrik menormalisasi potongan refaksi sebesar (14%); Meminta kepada pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Lampung Utara untuk mengawal kesepakatan antara pemerintah dan pengusaha singkong tentang harga minimum (Rp 700/Kg); Meminta kepada pemerintah pusat untuk setop impor singkong dan tapioka.

Sekkab Lampura Samsir mengatakan pihaknya akan berencana mengundang perusahaan dan petani singkong.

Menurutnya langkah sudah ditindaklanjuti, dengan membuat surat kepada presiden, dan mengumpulkan perusahaan, dan petani singkong yang menghasilkan keputusan naiknya harga singkong menjadi Rp 700 per kilogram. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved