Pengakuan Antasari Soal Pembawa Pesan Misterius yang Mengancamnya

Saya menunggu hasil audit BPK tentang Century, yang paling dekat dengan masa penahanan saya adalah saya sedang ingin membongkar kasus KPU.

Ihsanuddin
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar usai menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/1/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Usai menerima grasi dari Presiden Joko Widodo, mantan Ketua  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar angkat bicara di sebuah stasiun televisi.

Dalam wawancara di Metro TV, Antasari bicara tentang sosok 'penyampai pesan' yang menyambanginya di malam bulan April 2009, satu bulan sebelum proses penahanannya.

Antasari pun mengamini ketika presenter mengatakan sosok tersebut mendatangi rumahnya malam-malam.

Ditanya soal bukti baru yang membuatnya meyakini bahwa kasus tersebut direkayasa, Antasari pun mengiyakan.

Bukti tersebut yakni ada seseorang pria yang datang malam-malam ke rumah Antasari.

Pria tersebut membawa pesan dari seseorang dan mengingatkan Antasari untuk melakukan yang pesanan tersebut.

Jika tidak dilakukan, Antasari diminta berhati-hati dengan konsekuensinya.

Menurut Antasari, sosok tersebut merupakan pengusaha yang bergerak di bidang media.

Antasari mengatakan, dia membawa pesan dari seseorang.

Orang tersebut meminta Antasari untuk tidak melakukan tindakan hukum ke seseorang yang saat itu tengah terjerat kasus korupsi dan hendak ditahan.

"Pokoknya jangan melakukan tindakan hukum ke si A. Dia pun menyampaikan membawa misi dan dia menyebut yang menyuruhnya siapa," ujar Antasari.

Tak cuma itu, si pembawa pesan juga mengancam Antasari untuk berhati-hati dan menerima konsekuensinya jika tidak melakukan seperti yang dipesankan.

"Nah, pak Antasari hati-hati," tutur Antasari menirukan perkataan dari sang pembawa pesan.

Kemudian, Antasari pun menanggapi omongan si pembawa pesan dan menolak untuk melakukan pesanan yang disuruh.

"Lalu, saya katakan, 'Mohon maaf ini KPK, KPK ini kalau sudah berucap harus laksanakan'. Sudah ada semacam kesepakatan antarpimpinan jika melakukan suatu penahanan.' Kemudian saya bilang 'Maaf saya tidak bisa melaksanakan misi Anda'," ujar Antasari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved