Sempat Berkumur dan Air Sungai Terasa Amis, Ternyata Mayat Wanita Terikat Tali
"Awalnya saya kira bangkai babi, setelah dipastikan ada betis dan tangan, langsung lapor suami dan memberitahu kelian dinas
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TABANAN – Dengan wajah shock, Ni Made Nuarsih (47) menceritakan dirinya melihat sesuatu yang mengambang dengan posisi tengkurap di sungai Yeh Ho, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali pada Kamis (26/1/2017) pukul 11.00 Wita.
Warga Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, ini awalnya sempat mengira itu adalah bangkai babi, karena kondisinya bengkak dan menggelembung.
Setelah dipastikan ada betis dan tangan, Nuarsih langsung memberitahu suaminya Nyoman Suatra.
Kemudian diketahui bahwa yang mengambang itu adalah jenazah Braun, wanita asal Jerman berusia 67 tahun,.
"Awalnya saya kira bangkai babi, setelah dipastikan ada betis dan tangan, langsung lapor suami dan memberitahu kelian dinas," ujar Nuarsih.
Sebelum melihat jenazah itu, Nuarsih sempat membasuh wajah dan berkumur dengan air di dekat posisi jenazah, terpisah sekitar dua meter.
Saat berkumur itulah dirinya merasakan air sungai anyir dan dilihatlah di utara tempatnya berada ada sebuah gundukan berwarna putih.
“Saya kaget setelah tahu itu jenazah, apalagi saya sempat berkumur dengan air di dekatnya,” kata perempuan yang saat itu hendak mencari bambu di tepi sungai.
Saat ditemukan, kondisi jenazah dalam keadaan tangan terikat dengan kabel.
Juga ada tali berwana biru yang mengikat tangan, paha hingga betis.
Pergelangan kaki diikat tali plastik berwarna hitam.
Dada korban masih mengenakan baju dalam berwana hitam.
Masih melekat baju berwarna cokelat di kedua tangan.
Mulut disumpal dengan kain dan matanya tertutup dengan BH (kutang) warna hitam.
Sementara itu proses evakuasi terhadap jenazah Braun berlangsung cukup lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/evakuasi-jenazah_20170127_143057.jpg)