Breaking News

Sebelum Tewas Dihabisi, Pria Itu Sempat Pegang-pegang Alat Vital Pelaku

Di tengah perjalanan, korban mengajak pelaku tidur di hotel sambil terus memegang kemaluan pelaku.

Tayang:
istimewa
Petugas kepolisian saat melaksanakan olah tkp di penemuan mayat di Jalan Gunung Salak, Gang Esa, Denpasar, Bali, Sabtu (25/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, DENPASAR - Dalam jangka waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar berhasil memecahkan kasus pembunuhan di Jalan Gunung Salak Gang Esa, Banjar Abasan, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, yang menewaskan Imran Handani (34).

Pelaku pembunuhan, Mahfud Hudori (23), ditangkap saat tengah menyatap makanan di sebuah warung makan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Bali, pelaku yang bekerja di sebuah warung makan di Kuta ini berupaya kabur ke kampung halamannya di Bondowoso, Jawa Timur.

Tim opsnal Polsek Denpasar Barat yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra R.A, meluncur ke Jawa Timur setelah memperoleh informasi yang cukup mengenai keberadaan pelaku.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini, menurut informasi dari kepolisian yang diterima Tribun Bali, berawal dari pemeriksaan terhadap para saksi.

Korban Imran Handani, sesaat sebelum ditemukan tewas bersimbah darah di Gang Esa, diketahui sempat minum-minum bersama empat orang kawannya.

Jumat (24/2/2017) malam, Imran minum-minum di kamar kos Amir Purbo (23) yang berlokasi tak jauh dari TKP.

Di dalam kamar, Imran berkumpul sambil minum arak bersama lima orang rekannya, Amir Purbo, Mahfud, Eri, Budi dan Latiful.

Saat acara minum-minum itu, Purbo melihat Mahfud terlihat kesal gara-gara Imran melakukan hal yang tak senonoh terhadap Mahfud.

Kebetulan, saat itu keduanya duduk bersebelahan di atas kasur.

"Waktu sedang asyik minum, saksi melihat pelaku kesal saat korban memegang kemaluan pelaku. Soal itulah yang mungkin memunculkan niat pelaku menghabisi korban," beber anggota polisi yang tidak berkenan namanya ditulis ini, Minggu (26/2/2017) sore.

Dalam kondisi marah, Mahfud tiba-tiba mengajak korban pergi keluar membeli makanan dan meninggalkan empat orang lainnya.

Mereka membeli makanan menggunakan sepeda motor Imran.

Keempat rekannya menunggu mereka, saat ditunggu selama kurang lebih 30 menit baik Mahfud maupun Imran tidak kunjung datang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Tags
Denpasar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved