Rupiah Bergerak Melemah Tipis Rp 13.323 per Dolar AS

Rabu pagi, bergerak melemah tipis menjadi Rp13.323, dibandingkan sebelumnya Rp13.317 per dolar AS.

Editor: Reny Fitriani
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
MENGUAT TIPIS - Petugas menghitung mata uang dolar AS yang ditukarkan warga di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (3/3/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah tipis menjadi Rp13.323, dibandingkan sebelumnya Rp13.317 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, mengatakan dolar AS bergerak menguat terhadap sebagian mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah menyusul meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di Amerika Serikat.

"Dolar AS mulai kembali naik merespons baiknya data consumer confidence AS yang naik menyentuh level tertingginya dalam 16 tahun terakhir," katanya.

Indeks Kepercayaan Konsumen dari The Conference Board tercatat 125,6 pada Maret, naik dari 116,1 pada Februari dan jauh di atas konsensus pasar.

Di sisi lain, ia menambahkan, sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri juga sedang menunggu kepastian peringkat utang Indonesia versi Standard & Poors (S&P), inflasi Maret 2017 yang akan dirilis pada awal April nanti.

"Sentimen itu masih menjadi fokus utama dari pelaku pasar uang domestik," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan dolar AS di pasar valas dalam negeri relatif terbatas mengingat sentimen fundamental ekonomi dari dalam negeri masih cukup kuat.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kembali munculnya sentimen kenaikan suku bunga acuan AS membantu dolar AS mengalami apresiasi.

"Pidato sejumlah pejabat The Fed mengenai prospek kenaikan suku bunga acuan AS membuat dolar AS terangkat meski masih terbatas," katanya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved