Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) 2.000 "Mata Tombak" PKOR Raib

Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim baru saja dibenahi oleh Pemerintah Provinsi Lampung dengan melakukan pemagaran keliling.

Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim baru saja dibenahi oleh Pemerintah Provinsi Lampung dengan melakukan pemagaran keliling.

Pengerjaan pagar berornamen tombak senilai Rp 2,85 miliar itu selesai Desember 2016, namun kini terlihat tak lagi sempurna akibat ulah tangan jahil.
Banyak "mata tombak" atau ujung pagar raib. Jumlahnya tidak sedikit, sekitar 2.000 "mata tombak".

Tepatnya, sesuai hitungan Tribun, mencapai 1.955 "mata tombak". Benda yang raib itu terbuat dari besi cor, sama seperti bahan pagar lainnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun Lampung, Kamis (20/4), "mata tombak" yang paling banyak hilang berada di sisi timur PKOR, atau di sisi Jl Soekarno Hatta atau Bypass.

Pagar yang berhimpitan langsung dengan jalur lintas Sumatera ini kehilangan 1.588 "mata tombak". Saat ditelusuri seharusnya total keseluruhan tiang tombak itu ada 3.308 buah.

Selain "mata tombak" yang raib, nampak juga sejumlah tiang penyangga pagar kehilangan "mahkota"nya.

Selanjutnya di area sisi Selatan PKOR, sebanyak 290 dari 2.323 "mata tombak" raib. Pada sisi ini, pagar memang tidak terawat, dan bahkan pagar terlihat mulai berkarat.

Di sisi Barat juga tidak luput dari tangan-tangan jahil. Padahal area ini menjadi tempat lalu lalang masyarakat. Dari hasil penelurusan sebanyak 64 "mata tombak" hilang dari total 922 pagar di sebelah Barat.

"Mata tombak" juga tampak hilang di gerbang sisi utara PKOR. Memang pada area ini lebih banyak berdiri pagar tembok dibanding besi. Total hilang "mata tombak" ada 13 dari 96 buah.

Menurut Joni, pedagang di PKOR, "mata tombak" yang hilang di PKOR akibat ulah tangan-tangan jahil. "Itu patah karena orang banyak yang melompat, ya sering suporter sepakbola khususnya," ujarnya, Kamis.

Pantauan Tribun, "mata tombak" yang mayoritas hilang berada di kawasaan pinggir jalan Bypass. Panjang pagar PKOR di area ini By Pass ini sekitar 600 meter. Terdapat 34 pilar atau tiang di sisi ini, di mana satu tiang dengan tiang lainnya berjarak sekitar 6,6 meter ini terdapat 45 batang besi.

Di lokasi ini, antara satu pilar dengan pilar lainnya, terdapat "mata tombak" yang hilang seluruhnya. Tepatnya pagar yang berada di kawasan kolam pemancingan ikan PKOR.

Seorang warga yang ditemui Tribun mengatakan tidak mengetahui siapa yang melakukan tindakan tidak bertanggungjawab tersebut. "Kami juga gak tahu siapa yang ngambil, karena itu sudah lama hilangnya," kata Charles, warga yang tinggal di pinggir jalan Bypass.

Sementara pada pagar di lokasi sisi kiri dan kanan gerbang utama masuk PKOR terdapat 33 pilar. Di area yang banyak terdapat pedagang kali lima (PKL) ini ini juga tidak luput aksi tangan jahil.

"Mata tombak" pagar yang berada di sisi kiri maupun kanan PKOR juga banyak hilang. Jumlah "mata tombak" yang hilang bervariasi, antara satu pilar dengan pilar lainnya. Ada yang hilang satu atau dua "mata tombak", tapi ada juga yang mencapai puluhan.

Usman, seorang PKL di PKOR, mengaku tidak mengetahui hilangnya "mata tombak" tersebut. "Itu sudah lama hilang, sebelum saya di sini (berdagang PKOR). Kalau sekarang gak ada yang hilang, karena kami buka kios sampai malam, kadang juga nginap," ujarnya.

Tags
PKOR
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved