Dewan Sayangkan Kalimat Penggusuran yang Dilontarkan IAI Agus Salim
DPRD Metro menyayangkan pernyataan IAI Agus Salim, terkait bahasa penggusuran atau pengusiran yang dibuat dari pihak luar.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - DPRD Metro menyayangkan pernyataan IAI Agus Salim, terkait bahasa penggusuran atau pengusiran yang dibuat dari pihak luar.
"Ini artinya ada statement yang berbeda, dari apa yang disampaikan kemarin ke DPRD, dengan yang terjadi hari ini. Ini ada apa ini. Yang mengadu dan datang ke dewan itu kan mereka," beber Fahmi Anwar, Wakil Ketua DPRD Metro.
Menurutnya, hearing atau dengar pendapat beberapa waktu lalu antara DPRD dan pihak IAI yang disaksikan media massa jelas terdokumentasi. Bahkan pihaknya akan menindaklanjuti secara lintas komisi.
"Dan kalau memang keluar bahasa seperti itu, tidak ada apa-apa, tidak ada pengusiran, ya kenapa mengadu. Kalau katanya pihak luar itu selain Pemkot dan IAI, ya berarti DPRD, media massa, mahasiswa, atau masyarakat dong. Ini ada apa," tegasnya.
Pernyataan sikap tidak adanya penggusuran atau pengusiran dilontarkan Rektor IAI Agus Salim Ahmad Chairi, saat aksi unjuk rasa Aliansi Peduli Pendidikan Metro di depan Pemkot, Rabu (24/5).
Di atas mobil polisi, tiba-tiba Chairi menggunakan pengeras suara menyatakan pengusiran dari Pemkot Metro tidak pernah ada. Ia juga memastikan jika kampus IAI Agus Salim tidak akan pernah digusur.
"Saya tegaskan, dari tiga kali pertemuan dengan Pemkot Metro tidak pernah ada bahasa penggusuran. Itu bahasa dari luar. Tidak akan ada penggusuran. Kampus IAI Agus Salim hanya tinggal menunggu teknis administrasi pak wali, yang kebetulan sedang keluar kota," tandasnya.
Ironisnya, pernyataan Ahmad Chairi tidak mendapat tanggapan mahasiswa yang terdiri dari IMM, PMII, KAMMI, HMI, IPM, dan fossei. Mereka tetap melanjutkan aksi unjuk rasa dan meminta bertemu dengan Pemkot Metro.
"Kami datang ke sini bukan hanya untuk IAI Agus Salim. Tetapi meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin minta maaf atas komentar arogan. Itu sudah melukai visi Metro sebagai Kota Pendidikan," seru mahasiswa.
Ketua Aliansi Peduli Pendidikan Harbi Gemeli Putra menambahkan, pihaknya juga menuntut Pemkot Metro untuk menjadikan Bumi Sai Wawai tentram, aman, dan efektif untuk kaum pelajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/unjuk-rasa-di-metro_20170524_201153.jpg)