Sekretaris Lurah Tewas Ditembak
Sedang Mabuk Saat Jemput Pacar, Residivis Ini Tembak Sekretaris Lurah hingga Tewas
Marcus Hadinata (29), residivis tersangka penembakan Sekretaris Lurah Kuripan, Telukbetung Barat, Rismizar, mengaku menembak korban karena dalam
Penulis: wakos reza gautama | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Marcus Hadinata (29), residivis tersangka penembakan Sekretaris Lurah Kuripan, Telukbetung Barat, Rismizar, mengaku menembak korban karena dalam pengaruh obat-obatan.
“Saya sedang mabuk pil boti,” ujar dia, Jumat (26/5/2017).
Marcus menerangkan, saat itu, ia menjemput pacarnya Fitri di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan (Lamsel).
Sampai di Jalan ZA Pagar Alam, tepatnya di depan kampus pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), motornya bersenggolan dengan mobil Rismizar.
Rismizar dan Marcus terlibat pertengkaran.
Hingga akhirnya, Marcus menembak wajah Rismizar sampai tewas.
Alasan Marcus menembak karena dipukuli oleh Rismizar.
“Dia pukuli saya dan saya dalam keadaan mabuk, makanya saya tembak,” ujarnya.
Mengenai senjata api yang digunakannya, Marcus mengaku bukan miliknya.
BACA JUGA: Begini Kronologis Penembakan yang Menewaskan Sekretaris Lurah Kuripan
Marcus mengatakan, senjata api rakitan itu milik seorang bernama Bawor, yang dititipkan ke dirinya.
Bawor meminta Marcus menjualkan senjata api tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tersangka_20170526_124119.jpg)