Traveling Tribun Lampung
Di Atas Bukit Selalau, Wisatawan Bisa Lihat Pasir Putih dan Hitam
Menikmati suara deburan ombak yang terempas di bebatuan di tepi pantai, sambil tertidur beralaskan rumput jepang nan hijau dan lembut di bawah pohon
Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Ridwan Hardiansyah
Sebab, bukit itu dipenuhi pepohonan rindang serta pohon kelapa, hingga membuat banyak muda mudi kala itu yang mendatangi bukit tersebut, dan mereka betah berlama-lama berada di sana.
Sayangnya saat ini, pepohonan yang ada di Bukit Selalau tinggal satu yang tumbuh dengan sangat rindang.
Namun karena satu pohon itu juga, akhirnya bukit itu menjadi sangat ikonik.
Selain ikoniknya satu pohon, Bukit Selalau memiliki keunikan tersendiri.
Bukit itu seakan menjadi pembatas dari pasir pantai yang ada di Krui.
Karena di sebelah kiri, yakni Pantai Labuhan Jukung, menawarkan hamparan pasir putih nan memesona.
Akan tetapi di sebelah kanannya, pasir Pantai Kuala berwarna kelabu malah cenderung kehitaman.
Tak hanya itu saja, di sana juga terdapat semacam sisa bangunan yang berbentuk seperti benteng pertahanan di masa penjajahan Belanda ataupun Jepang.
Sayangnya, sisa bangunan tersebut tak terlihat lagi bentuknya.
Bahkan, tak ada keterangan sama sekali yang bisa dikorek terkait bangunan tersebut.
Bagi yang menyukai kegiatan memacu andrenalin, mungkin satu aktivitas yang bisa dilakukan di sana adalah lompat dari atas batu dan berenang menuju Pantai Kuala.
Aktivitas itu pernah dilakukan oleh pembawa acara jalan-jalan di salah satu televisi swasta.
Namun karena ombaknya begitu besar ditambah bebatuan yang berada di bawah bukit, tentu sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang tidak bisa berenang karena sangat berbahaya.
Menurut Mika, ia memang sangat penasaran dengan Bukit Selalau yang sering ia lihat di foto yang beredar di Instagram.
"Penasaran banget dengan Bukit Selalau ini. Karena di foto-foto yang beredar, bukit ini sangat indah. Bahkan karena satu pohonnya itu, membuat foto-foto yang ada jadi seperti cover CD atau kaset," katanya.