Sikap PAN dalam Hak Angket Berubah saat Amien Disebut KPK Terima Uang Alkes

Tentu saja, semuanya masih ingat bagaimana Partai Amanat Nasional (PAN) dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh menolak

Editor: soni
tribunnews.com/Rizal Bomantama
Amien Rais didampingi putra sulungnya, Hanafi Rais memberi pernyataan soal namanya yang disebut menerima aliran dana pengadaan alkes tahun 2005 di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Dinas Kesehatan dari Yayasan Soetrisno Bachir di kediamannya di Perumahan Taman Gandari, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Tentu saja, semuanya masih ingat bagaimana Partai Amanat Nasional (PAN) dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh menolak untuk ikut tanda tangan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu PAN juga meneguhkan bahwa tidak akan mengirimkan perwakilan ke Pansus angket KPK yang akan dibentuk.

Tetapi dalam dua hari terakhir ini, putusan PAN seperti menggambarkan keragu-raguan mereka apakah akan tetap tidak mengutus atau sebaliknya mengutus utusan.

 
Itu ditegaskan dengan pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang enggan mengirim perwakilan dalam pansus angket KPK.

Namun sikap Partai yang didirikan mantan Ketua MPR RI Amien Rais itu berubah seketika setelah namanya disebut sebagai orang yang menerima aliran dana kasus Alkes.

"Akhirnya, setelah Amien Rais datang ke DPR, kita semua menyaksikan PAN lalu menetapkan dengan sigap utusan mereka ke pansus KPK," ujar pengamat Politik Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Kamis (8/6/2017).

Untuk itu menurut Ray Rangkuti, sulit menyebut bahwa perubahan sikap PAN ini tidak terkait dengan sikap Amien Rais, akhir-akhir ini terhadap KPK.

Khususnya setelah nama Amien Rais disebut sebagai orang yang menerima aliran dana kasus Alkes.

Perubahan yang sangat tiba-tiba itu, hampir sulit menyebutnya sebagai suatu yang tak berhubungan.

Hal ini juga memperlihatkan bagaimana pengaruh yang kuat Amien Rais ke dalam kepengurusan PAN yang sekarang.

Karena hanya dalam hitungan hari setelah penyebutan nama itu dan akhirnya Rabu (7/6/2017), PAN memutuskan mengirim wakil ke Pansus angket KPK.

Dia menilai sesuatu yang sulit dilihat sebagai atas dasar pertimbangan rasional, independen dan konsisten.

Tiga hal yang memang seperti barang mewah dalam kultur politik kita. Berbagai alasan ini itu dikemukakan.

 
"Kemarin dengan gagah menolak, lalu begitu saja berbalik arah. Tak perlu alasan mewah untuk sikap bolak balik itu," katanya.

Kadang yang dibutuhkan adalah seperti rasa tersinggung, membela para tetua partai, atau bahkan sekedar gagah-gagahan, menurutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Tags
Amien Rais
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved