Hal yang Bisa Ibu Lakukan Saat Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Jika sedang memberikan ASI eksklusif, Ibu perlu mendapatkan tambahan energi sebanyak 650 kkal

Editor: Reny Fitriani
iStock
Apa ya yang perlu dilakukan jika hamil saat anak pertama masih bayi? 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jarak kehamilan yang terlalu dekat memang berisiko bagi ibu dan kehamilan itu sendiri. Ibu tentu lebih mudah lelah dan ada kemungkinan urusan bayi jadi sedikit terbengkalai jika Ibu mengalami masalah pada kehamilan. Agar kewajiban merawat dan mengasuh bayi tetap terpenuhi, coba lakukan langkah-langkah berikut:

Tak perlu berhenti menyusui selama kehamilan aman-aman saja

Faktanya, menyusui saat hamil aman dan tidak berefek buruk pada janin. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menyusui saat hamil akan meningkatkan risiko janin kekurangan nutrisi atau bahkan keguguran,” ujar dr. Amalia Pane, SpOG, IBCLC, dalam tabloid Nakita Edisi 890.

Jika sedang memberikan ASI eksklusif, Ibu perlu mendapatkan tambahan energi sebanyak 650 kkal dan jika bayi yang sudah mendapatkan makanan padat sebagai pendamping ASI, Ibu hanya perlu menambah energi sebanyak 500 kkal. Pilihlah asupan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan menyusui dalam jumlah cukup atau pas saja, jangan kurang atau kebanyakan.

Mengenali perasaan anak

Kecemburuan pada anak bisa saja muncul meski ia masih bayi. Menurut Valerie Maholmes, Ph.D., seorang ahli perkembangan anak dari US National Institutes of Health's Institute of Child Health and Human Development mengungkapkan anak mungkin tidak dapat mengungkapkan perasaannya terutama pada anak yang menginjak usia 1 tahun. “Maka, Ibu jangan heran jika ia bisa mendadak jadi rewel,” ujarnya.

Salah satu yang perlu Ibu lakukan adalah untuk mencoba tetap hadir di setiap kesempatan bersama si kecil agar ia tak merasa kehilangan. Hal ini juga membantunya menerima kehadiran sang adik kelak, karena ia tak mengalami perasaan diabaikan.

Meminta bantuan dari orang sekitar

Ibu tidak hanya harus memenuhi kewajiban mengurus bayi, tetapi juga harus memastikan kehamilannya senantiasa sehat. Jika dua kewajiban ini terasa memberatkan, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari orang lain. Tak perlu memaksakan diri untuk menjadi supermom tapi stres, sebab stres akan memperburuk keadaan.

Stres Ibu akan berdampak pada janin dan juga bayi karena bayi mampu menangkap informasi dari dunia sekitarnya. Bayi belajar dengan cara mengawasi dunia sekitarnya dan bayi bisa menangkap emosi negatif dari Ibu.  “Sejak lahir, bayi menangkap isyarat emosional dari orang lain. Bahkan, bayi bisa belajar untuk menentukan reaksi tehadap situasi dengan cara mencontoh orang sekitarnya,” ujar Jennifer E. Lansford, PhD, seorang profesor di Duke University.

Perasaan tertekan juga sangat mungkin berdampak pada perkembangan janin. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Zurich, Swiss mengungkapkan stres akan meningkatkan hormon kortisol yang berpengaruh pada cairan ketuban dan memengaruhi tumbuh kembang janin.

Sumber: Nakita
Tags
kehamilan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved