Traveling Tribun Lampung
Begini Keindahan Pantai Terjun di Lamsel, Air Langsung Jatuh ke Laut
Karena ternyata di Lampung Selatan (Lamsel), tepatnya di daerah Babatan, Katibung, terdapat air terjun yang airnya langsung turun ke laut, dan tempat
Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Teguh Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Menikmati air terjun sambil menikmati semilir angin laut dan duduk di pasir putih, sambil bermain dengan deburan ombak, ternyata bukanlah suatu yang mustahil.
Bahkan untuk menikmati dan melihat suatu yang amat jarang dijumpai tersebut, kita tak perlu jauh-jauh bertandang ke Pulau Madura untuk mengunjungi Air Terjun Toroan, yang memang berada di tepi lautan.
Karena ternyata di Lampung Selatan (Lamsel), tepatnya di daerah Babatan, Katibung, terdapat air terjun yang airnya langsung turun ke laut, dan tempat indah itu bernama Pantai Terjun.
Beberapa waktu lalu, wartawan Tribun Lampung bersama teman-teman Lemes Traveler, yakni Adhyatmika, Toyes, Andy Maulana, Feri Budi, Putra Arisandi, Mala, Nina, Nena, Ochim, Aditya, Redi, Kenceng, serta beberapa teman penunjuk arah dari Sidomulyo, Lamsel bertandang ke Pantai Terjun.
Berbekal rasa penasaran beberapa tahun karena selalu mendengar ada air terjun yang berada di tepi pantai, namun posisinya belum ada yang tahu, hingga ada seorang rekan yang mengunggah foto di Instagram.
Perjalanan penuh perjuangan pun kami lakukan untuk menjangkau tempat itu.
BACA JUGA: Berburu Kabut di Bukit BLT Pringsewu
Hal itu diawali dengan berkumpul di daerah Sidomulyo.
Kami pun langsung melakukan perjalanan menuju daerah Babatan lewat jalur dalam.
Jalanan mulai dari aspal mulus, aspal terkelupas, berlubang, onderlagh, tanah merah, hingga menyeberangi sungai kami lakukan, untuk sampai di desa terakhir tempat kendaraan motor diparkirkan.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan tracking menuju bibir pantai.
Jalanan yang menurun menuju pantai, tidak begitu menyulitkan kami.
Namun ternyata, itu semua merupakan awal tracking yang lumayan mendebarkan.
Sebab setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri tepi pantai berbatu karang, yang di bawahnya langsung lautan.
Tetapi, perjalanan tetap belum begitu menyulitkan.
Apalagi selama perjalanan, kami mendapati pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.
BACA JUGA: Menatap Keindahan Tebing di Air Terjun Ciupang Pesawaran
Bahkan, kami juga menemukan goa-goa kecil.
Barulah saat akan tiba di air terjun, kami harus melewati celah batu yang ukurannya sangat sempit.
Dan, celah itu merupakan satu-satunya jalan yang harus dilewati, untuk bisa sampai di air terjun.
Kami pun saling bantu dan oper barang bawaan.
Beruntungnya saat itu, tidak ada teman yang memiliki badan gendut.
Sehingga, semuanya bisa melewatinya celah yang bila salah langkah sedikit, maka bisa terjepit dan masuk ke laut.
Sekeluarnya dari celah, ternyata dari kami ada yang terkena gigitan lebah hutan yang ukurannya tidak terlalu besar.
Sambil menahan perih dan bengkak sedikit, kami pun melakukan perjalanan.
Berdasarkan saran teman, luka gigitan lebah diolesi bunga-bungaan.
BACA JUGA: Di Atas Bukit Selalau, Wisatawan Bisa Lihat Pasir Putih dan Hitam
Karena yang ada bunga ilalang, akhirnya terpaksa tetap digunakan.
Hasilnya bengkak tidak terlalu lama meski masih nyeri.
Tak lebih dari 15 menit dari celah, kami pun tiba di bukit yang di depannya terhampar air terjun, yang alirannya langsung jatuh ke laut.
Sayangnya saat itu, alirannya tidak terlalu besar, bahkan nyaris tak ada aliran airnya.
Menurut warga setempat, air terjun tersebut memang air terjun yang tidak selalu deras airnya.
Bahkan saat musim kemarau, airnya kering.
Karena, sungai yang mengalirinya juga kering.
Air terjunnya terdiri dari beberapa aliran.
Meski begitu, kami tak menyia-nyiakan untuk merasakan sensasi alam yang tak biasa ditemui di Lampung itu, yakni bermain di bawah air terjun sambil kaki tersapu ombak lautan.
BACA JUGA: Mobil Warna Putih Paling Banyak Dibeli di Lampung, Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan
Sangat mengasyikan.
Ditambah lagi, embusan angin laut yang menyapa, begitu menghadirkan sensasi berbeda di Pantai Terjun.
Berita ini telah diterbitkan di Koran Tribun Lampung berjudul "Pantai Terjun, Keindahan Tersembunyi" pada Minggu, 30 April 2017.