7 Juli, Putin dan Donald Trump Bertemu

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat DonaldTrump, Jumat (7/7/2017).

Editor: taryono
(AFP/MLADEN ANTONOV)
Sebuah gambar yang diambil pada 27 Juni 2017, menunjukkan sebuah kaus bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tanda We Love Russia, dijual di toko suvenir di Saint Petersburg, Rusia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MOSKWA- Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat DonaldTrump, Jumat (7/7/2017).

Pertemuan itu akan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  G20 di Hamburg, Jerman.

Informasi terkait rencana pertemuan itu diungkapkan pihak Kremlin, Selasa (4/7/2017).

"Ini telah disepakati, pada 7 Juli," kata pembantu utama Kremlin Yury Ushakov seperti diwartakan kantor berita Rusia, yang dikutip AFP.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berharap pragmatisme akan menjadi pemenang dalam pembicaraan antara Putin dan Trump.

Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster mengatakan, Trumpakan bertemu dengan Putin di Hamburg, Jerman.

Pertemuan itu akan menjadi pertemuan pertama dan paling dinantikan antara kedua pemimpin negara tersebut.

Lavrov, mengaku optimistis dengan hasil pembicaraan kedua tokoh itu. Penilaian itu didapat dari hasil pembicaraan per telepon antara Trumpdan Putin.

Dia menyebutkan, keduanya bersedia untuk membenahi hubungan kedua negara. Lavrov juga berharap pragmatisme akan menang dalam pembicaraan itu.

Diperkirakan, kedua negara akan sepakat bahwa akan lebih efisien untuk memastikan kepentingan nasional dalam kerja bersama, dibandingkan kerja sendiri.

Rencana pertemua Putin dan Trump telah menjadi pembicaraan hangat. Trump dengan kebijakan "America First" -nya, disebut akan menemui ujian dalam menghadapi pemimpin Rusia tersebut.

Trump akan menghadapi tantangan untuk bekerja sama dengan Rusiadalam mengatasi persoalan di Suriah dan Ukraina.

Sementara itu, pembicaraan mengenai tuduhan campur tanganMoskwa dalam pemilihan presiden AS 2016, berpotensi muncul ke permukaan.

Seperti yang gencar diberitakan, tim kampanye Trump disebut memiliki kontak dengan pihak Rusia selama berlangsung masa kampanye 2016, hingga ke masa transisi kepresidenan AS.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved