Medali untuk Olimpiade 2020 di Jepang Dibuat dari Ponsel Bekas

Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo 2020 menjalankan sebuah proyek pembuatan medali, untuk kedua pesta olahraga dunia tersebut.

Medali untuk Olimpiade 2020 di Jepang Dibuat dari Ponsel Bekas
REUTERS/TORU HANAI
Seorang pekerja sedang memeriksa tumpukan ponsel bekas yang akan digunakan sebagai bahan pembuat medali untuk ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Gambar diambil pusat fasilitas daur ulang di Tokyo, Selasa (4/7/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TOKYO - Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo 2020 menjalankan sebuah proyek pembuatan medali, untuk kedua pesta olahraga dunia tersebut.

Dalam proyek itu, Komite Penyelenggara Tokyo 2020 akan memproduksi sekitar 5.000 medali emas, perak, dan perunggu untuk ajang Olimpiade dan Paralimpiade.

Uniknya, seluruh medali tersebut akan dibuat dengan menggunakan bahan dasar dari produk elektronik bekas, termasuk telepon selular (ponsel).  

Paralimpiade adalah sebuah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor, untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental, dan sensoral.

Cacat itu termasuk dalam ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan, dan mereka yang menderita cerebral palsy.

Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan cedera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran. 

Proyek pembuatan medali itu pun menjadi ujian bagi partisipasi warga negara di Jepang, yang bahu membahu menyukseskan pesta olahraga internasional tersebut.

"Kami menargetkan tingkat daur ulang 100 persen, demi menghormati lingkungan dengan menggunakan logam bekas dalam pembuatan medali," demikian pernyataan komite yang dikutip dari laman Tokyo2020.

"Semuanya dilakukan dengan menggunakan keahlian teknologi Jepang."

Gagasan menggunakan logam daur ulang untuk pembuatan medali bukan hal baru.

Hal itu telah digunakan di ajang serupa di masa lalu.

Namun, proyek itu membuat Tokyo 2020 menjadi yang pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade, di mana warga dilibatkan dalam pengumpulan barang bekas.

Disebutkan, Panitia Tokyo 2020 secara aktif bekerja sama dengan beragam pihak, untuk mewujudkan inisiatif itu.

Hal itu mulai dari perusahaan telekomunikasi NTT DOCOMO, Pusat Sanitasi Jepang, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Mereka bekerja sama demi terbentuknya partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, hingga mengamankan berlangsungnya Olimpiade dan Paralimpiade di sana.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved