Bupati Lambar Ajak Petani Setop Jual Lada

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak tinggal diam untuk melindungi petani lada dari kerugian akibat anjloknya harga komoditas unggulan tersebut.

Editor: juangnaibaho

BANDAR LAMPUNG, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak tinggal diam untuk melindungi petani lada dari kerugian akibat anjloknya harga komoditas unggulan tersebut.

Harga lada saat ini anjlok di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, turun hingga 50 persen dibanding 2016 yang masih dibanderol Rp 100 ribu per kg. Jika selama 2017 harga lada masih tidak beranjak dari kisaran Rp 40 ribu, petani di Bumi Ruwa Jurai kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 1 triliun.

Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan sudah meminta para petani lada untuk sementara tidak menjual lada secara besar-besaran. Mukhlis juga meminta petani memperbaiki kualitas lada hasil panen sambil menunggu harga lada membaik.

"Saya sudah minta petani agar jual secukupnya saja. Hasil panen lada disimpan, diperbaiki kualitasnya. Artinya kita stok dulu," katanya saat dihubungi Tribun, Rabu (12/7) kemarin.(*)

BAGAIMANA RESPONS PEMPROV DAN ASOSIASI PENGUSAHA?

BACA LAPORAN EKSKLUSIF DI HALAMAN 1 KORAN TRIBUN LAMPUNG EDISI KAMIS, 13 JULI 2017.

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved