Breaking News:

Warga Ingin Dialog DPD Soal Sengketa Lahan Way Dadi Jangan seperti Lagu Lama Kaset Baru

Kekecewaan warga Way Dadi, terhadap permasalahaan sengketa tanah Way Dadi dengan Pemprov Provinsi Lampung yang tak kunjung ada penyelsaian

Penulis: Romi Rinando | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung : Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG  – Kekecewaan warga Way Dadi, terhadap permasalahaan sengketa tanah Way Dadi dengan Pemprov Lampung yang tak kunjung ada penyelesaian terungkap dalam dialog publik berjudul “Lahan Way Dadi,Apa yang Terjadi?” yang digelar di kantor DPD RI Jalan Patimura Kupang Kota, Telukbetung, Kamis (27/7/2017).

Dalam dialog publik yang dimoderatori anggota DPD Andi Surya itu,  sejumlah perwakilan warga mengungkapkan kekecewaannya kepada BPN dan Pemerintah Provinsi Lampung, yang dituding menjadi penyebab adanya sengketa.

“Cuma kepada Tuhan saja, warga Way Dadi tidak kirim surat, sebelumnya semua sudah kami kirim (ke DPRD, Gubernur, BPN, DPR RI, Menteri, Presiden). Semua tidak ada respons,” ujar Darwis Fauzi  warga Way Dadi saat mengawali sesi tanya jawab.

Darwis mempertanyakan pihak BPN yang diwakili Sigit dan Sri Wijayanti terkait surat Mendagri tahun 1980 dan 1982 Nomor BTU.3.50/3.80 tangal 26 Maret 1980 JO surat Mendagri No. 242/DJA/1982 tanggal 30 November 1982, yang telah memberikan tanah tersebut kepada masyrakat yang sudah mendiami lokasi tersebut sejak tahun 1940 an

“Saya menanyakan BPN, apakah tahu dan sudah lihat SK Mendagri tahun 1980, dan 1982 membagi lahan 1.000 hektare, dengan rincian 300 hektare untuk rakyat, penggarap, sisanya perumnas, Kopri, dan Way Halim, ” tutur mantan Sekda Tulangbawang

Warga lainnya, Syahferi, mempertanyakaan keseriusan forum dialog tentang lahan Way Dadi yang digagas Andi Surya.

Menurut dia, warga sudah patah arang dan bosan dengan pertemuan-pertemuan yang dilakukan sejak tahun 2014, Karena setiap pertemuan tidak pernah ada penyelsaian.

“Pertanyaan saya apakah betul mau berjuang untuk rakyat. Sebenarnya saya sudah malas, kemarin hering terus dengan DPRD, tapi tetap sama. Ibarat lagu lama kaset baru, kadang angin bagus kita senang, kadang malah masuk angin . Tapi saya tidak ingin ini dijadikan untuk ajang 2019,” kata Syahferi disambut tawa peserta dialog. (*)

Tags
Way Dadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved