Melimpah Ruah, Wanita Ini Mampu Produksi Hingga 6,4 Liter ASI per Hari
Produksi ASI ibu muda itu adalah 10 kali lebih banyak dibandingkan produksi ASI rata-rata wanita.
Total waktu yang dibutuhkan untuk semuanya itu sekitar 8-10 jam setiap harinya.
“Memompa ASI tidak menyenangkan, terkadang tidak nyaman dan sakit, tetapi inilah tugas pekerja cinta,” kata Elizabeth.
Masih cerita Elizabeth, ia tidak menerapkan diskriminasi dalam memberikan ASI miliknya.
Ia juga memberikannya untuk pasangan gay dan para ibu yang harus minum obat atau payudaranya sudah tidak ada karena kanker.
Elizabeth terinspirasi memberikan ASI setelah memiliki pengalaman dengan putri pertamanya yang lahir prematur.
Walaupun ia memproduksi ASI untuk anak terakhirnya, itu tidak dapat menggunakan untuk anaknya sendiri saja.
Sekitar setengah dari produksi ASI-nya, diambil sendiri oleh keluarga atau pasangan. Terkadang mereka ingin membayarnya.
Selebihnya ia berikan kepada Prolacta Bioscience di California. Bank ASI itu memberikan 1 dollar untuk setiap 200 ml.
Walaupun membanggakann telah membantu ratusan pasangan, awalnya Elizabeth merasa cemas juga.
Jika ia memberikan semua ASI itu apa yang terjadi bila sudah tidak bisa memproduksi susu lagi dan tidak bisa menyusui anaknya sendiri.
Pasalnya ia mendengar cerita-cerita seram dari para ibu sepanjang waktu.
Apakah ia harus berada pada satu posisi dimana ia merasa putus asa untuk nendapatkan donor ASI.
Beruntung rasa cemas itu berakhir dan ia tetap mendonasikan ASI yang dimilikinya. Dengan cara itu ia merasa bisa memberikan kembali kepada komunitasnya dan berpartisipasi dalam kemanusiaan.
Ia bahkan mendorong para ibu lainnya untuk berpartisipasi kepada komunitasnya dan mendonorkan ASI miliknya.
“ASI itu seperti cairan emas, jangan pernah dibuang. Kebutuhan ASI di luar sana sangat tinggi,” tutup Elizabeth Anderson-Sierra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/stok-asi-elizabeth_20170801_113703.jpg)