Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Lampung Deflasi 0,09 Persen

Berdasarkan tren selama lima bulan terakhir, Lampung kembali mengalami deflasi setelah dua bulan sebelumnya.

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Reny Fitriani

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,09 persen pada Juli 2017. Berdasarkan tren selama lima bulan terakhir, Lampung kembali mengalami deflasi setelah dua bulan sebelumnya yaitu Mei dan Juni mengalami inflasi masing - masing . Secara umum, ini menunjukkan bahwa harga khususnya di Bandar Lampung relatif terjaga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan, beberapa komoditi yang dominan memberikan andil deflasi di antaranya angkutan antar kota, cabai merah, bawang putih, bawang merah, ayam hidup, jengkol, cabai rawit, bayam, kangkung dan daun katuk.

"Beralih ke Nilai Tukar Petani, seperti biasa, Lampung selalu yang teratas se-Sumatera. NTP Provinsi Lampung pada Juli 2017 tercatat sebesar 103,57," jelasnya pada saat rilis di kantor BPS, Selasa (1/8) siang.

Sementara itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp 5.000/kg varietas Ciherang di Ambarawa, Pringsewu sementara harga GKP terendah mencapai Rp 4.000/kg varietas IR64 di Penengahan, Lampung Selatan. Sementara di tingkat penggilingan harga tertinggi adalah Rp 5.050/kg dan terendah Rp 4.050/kg.

Rata - rata harga beras di penggilingan untuk kualitas premium adalah Rp 9.250/kg, medium Rp 8.014,29/kg dan asalan Rp 7.566,67/kg. Kemudian, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Juni 2017 mencapai 49,19 persen atau turun 2,84 poin dibanding Mei 2017 sementara TPK akomodasi lainnya mencapai 43,06 persen atau turun 0,13 poin dibanding Mei 2017.

Selanjutnya, perkembangan Produksi Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) Provinsi Lampung pada triwulan II tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 12,51 persen dari triwulan I (q-to-q). Sementara Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) mengalami penurunan sebesar 4,47 persen dibanding triwulan I 2017.

"Adapun secara year on year (y-on-y) pada triwulan II tahun 2017, Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil mengalami pertumbuhan sebesar 1,74 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya," imbuhnya. (ana)

Tags
deflasi
BPS
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved