Praja IPDN Meninggal Dunia
Orangtua Ikhlas Melepas Kepergian Dhea ke Pemakaman
Ya kami menerima, ini sudah ajal dan garisan takdir, awalnya memang kami minta autopsi lagi, tapi
Penulis: hanif mustafa | Editor: wakos reza gautama
Laporan Wartawan Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ayah Dhea Rahma Amanda, Edi Hanavia, mengaku menerima kematian putri pertamanya saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) IPDN, Senin (2/10/2017).
"Ya kami menerima, ini sudah ajal dan garisan takdir, awalnya memang kami minta autopsi lagi, tapi saya mendengar keterangan Gubenur Akpol dan IPDN bahwa tidak terjadi apa-apa," terangnya.
Baca: Ini Hasil Autopsi Jenazah Dhea Menurut IPDN
Edi menuturkan, Gubenur Akpol dan Gubenur IPDN menyaksikan langsung dan meyakinkan bahwa tidak terjadi bentuk kekerasan sekalipun.
"Jadi saya ikhlas dan membatalkan proses otopsi, jenazah pun tidak ada luka dan dia sakit, memang selama beberapa hari gak ada keluhan, cerita dari pelatih dan kawannya semua normal biasa, dulu memang waktu kecil pernah sesak nafas, dan sampai besarnya masih alergi," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemakaman-jenazah-dhea_20171002_160713.jpg)