Santri Ini Ingin Tolong Temannya, Malah Ikut Tenggelam, Nasibnya Tak Diduga
Karena kami juga tidak bisa berenang, lalu kami berusaha meminta pertolongan warga. Setelah itu, warga berhasil mengangkat keduanya ke permukaan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID SEPUTIH AGUNG - Penghuni Pondok Pesantren Manba'ul Ulum di Kampung Gayau Sakti, Kecamatan Seputih Agung digegerkan dengan tewasnya dua santri.
Kedua santri itu adalah Mardianto (17), warga Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang, dan Imam Shodiq (17), warga Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara.
Dari informasi yang diperoleh, Mardianto dan Shodiq ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kolam ikan milik pondok tersebut.
Saat itu keduanya baru selesai mengikuti kegiatan pramuka di lingkungan ponpes.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (8/10/2017), Mardianto dan Shodiq hendak kembali ke asrama.
BACA JUGA: Hadiri Resepsi Laudya Cynthia Bella, Segini Harga Baju dan Tas yang Dipakai Prilly Latuconsina
Mereka pun berjalan kaki menyusuri pinggiran kolam. Karena kurang hati-hati, Mardianto terpeleset dan jatuh ke dalam kolam sedalam enam meter itu.
Melihat rekannya tenggelam, Shodiq berusaha memberikan pertolongan. Namun, ternyata Shodiq juga tidak bisa berenang. Keduanya pun tenggelam.
Dion dan Ferdianto, rekan korban yang juga saksi mata, mengaku sempat melihat Mardianto dan Shodiq berada di dalam kolam. Mereka pun berusaha mencari pertolongan.
"Karena kami juga tidak bisa berenang, lalu kami berusaha meminta pertolongan warga. Setelah itu, warga berhasil mengangkat keduanya ke permukaan," kata Dion.
Sayangnya, nyawa Mardianto dan Shodiq tidak dapat tertolong. Dion mengaku masih tak percaya jika kedua rekannya harus mengembuskan napas terakhir karena tenggelam di kolam.
Meski begitu, para santri dan warga tetap membawa jenazah Mardianto dan Shodiq ke Puskesmas Seputih Agung. Ika, bidan Puskesmas Simpang Agung, memastikan kedua korban sudah meninggal dunia karena tenggelam.
"Dugaannya karena terlalu banyak kemasukan air. Tidak ditemukan adanya indikasi lain seperti memar atau bekas pukulan di tubuh kedua korban," kata Ika.
Setelah mendapat laporan, aparat Polsek Terbanggi Besar langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi juga telah meminta keterangan kepada saksi-saksi, termasuk pihak Puskesmas Simpang Agung.
Sementara pihak keluarga korban yang tiba tak lama setelah kejadian enggan berkomentar banyak. Mereka juga menolak jenazah korban diautopsi.
Mereka langsung membawa jenazah Mardianto dan Shodiq ke ke kampung halamannya masing-masing untuk dikebumikan.
Kapolsek Terbanggi Besar Komisaris Saifullah membenarkan musibah tenggelamnya dua santri Ponpes Manba'ul Ulum.
Dia memastikan peristiwa itu murni kecelakaan dan tidak ada faktor kesengajaan.
Saifullah mengatakan, kedua korban tenggelam karena tidak bisa berenang.
"Dugaan sementara, murni karena kecelakaan setelah santri mengikuti kegiatan pramuka pada pagi harinya. Korban (Mardianto) terpeleset dan rekannya yang lain (Shodiq) mencoba menolong, namun ikut tenggelam," kata Saifullah.
"Kita sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Kita pun telah meminta keterangan sejumlah saksi," tambahnya.
Sementara pihak Ponpes Manba'ul Ulum enggan berkomentar banyak. Mereka menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwajib. (*)