Kepala Pria Ini Sudah Diawetkan Selama 176 Tahun, Ternyata Dia. . .
Setelah tiga tahun, ia tiba-tiba menghentikan perbuatannya tersebut dan tak seorang pun yang tahu alasannya.
Setelah masuk ke tempat kediaman dokter dan membunuh orang-orang di dalamnya.
Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1841.
Saat ia dijatuhi hukuman mati, ilmu frenologi tengah menjadi bidang studi yang populer.
Ilmu ini mendukung gagasan bahwa otak menyimpan semua aspek kepribadian seseorang di area yang secara fisik berbeda dan bentuk tengkorak tersebut mencerminkan organisasi internal.
Sifat kepribadian, termasuk jiwa kriminal, bisa dirasakan, diraba dan diukur tepat pada tengkorak seseorang.
Oleh sebab itu, kepala Diogo Alves menjadi salah satu bahan penelitian, tapi hanya ada sedikit bukti yang berhasil terkuak.
Meski penelitian telah berakhir, kepala Diogo tetap dipajang di laboratorium sampai sekarang.
(Sriwijaya Post/Tresia Silviana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kepala-diawetkan_20171012_131332.jpg)