Oknum TNI Duel dengan Personel Polisi di Depan Umum, Apa Jadinya?
Kami inginkan situasi tetap kondusif, tidak terjadi apa-apa yang tidak diinginkan. Kita ingin selesaikan ini baik-baik.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Memalukan. Dua aparat negara yang digaji dari pajak rakyat melakukan tindakan tak terpuji.
Duel antar oknum TNI dengan Polri terjadi di Kabupaten Pasaman, Kamis (12/10/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.
Baca: Hina TNI, Pria Ini Dicari-cari Anggota dan Akhirnya Ditemukan lalu Ampun-ampun Begini Dia
Belum diketahui apakah perkelahian itu merupakan dampak silang pendapat pimpinan TNI dan Polri soal impor senjata yang terjadi akhir-akhir ini.
Anggota Polri yang diketahui bernama Brigadir Rio, dari Satuan Reserse Polres Pasaman terpaksa dilarikan ke RSUD Lubuksikaping akibat mengalami luka pada bagian telinga kanannya.
Rio pun harus mendapatkan perawatan medis karena luka serius pada telinga bagian kanan.
Luka itu didapat setelah adu jotos dengan oknum anggota TNI.
Hingga kini identitas konum TNI tersebut belum diketahui.
Baca: Ustaz Al Habsyi Vs Istri Pertama, Ponsel Pembantu Isinya Vulgar Bikin Merinding
Kejadian perkelahian di sekitar tugu Taman Makam Pahlawan (TMP) Benteng, Nagari Tanjung Beringin, Lubuk Sikaping.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko, ketika dihubungi Harianhaluan.com beberapa kali membenarkan peristiwa itu.
Baca: Bukannya Romantis, Ini 7 Gaya Pacaran Orang Indonesia yang Dianggap Kampungan
Ia mengatakan, seorang anggotanya dari kesatuan reserse terpaksa dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.
Baca: Laudya Cynthia Bella Peluk Aleesya dan Julie Estelle, Netizen Ribut dengan Jumlah Badan Mereka!
Korban terlibat perkelahian dengan pelaku yang diketahui salah seorang oknum TNI.
"Betul, dia sedang dirawat karena alami luka pada telinga di bagian kanan. Kejadiannya tadi sore, di sekitar taman tugu pahlawan di Benteng," kata Reko.
Pihaknya, kata dia, sudah menjalin komunikasi dengan komandan Kodim setempat, guna menjaga kondisi tetap kondusif.
Dan meminta pelaku diproses sesuai aturan yang berlaku.
"Tadi sudah komunikasi dengan pak Dandim. Kami inginkan situasi tetap kondusif, tidak terjadi apa-apa yang tidak diinginkan," katanya.
Baca: 5 Penumpang Wings Air Tertinggal di Bandara Radin Inten II, Minta Solusi Ini Jawaban Yang Didapat
"Kita ingin selesaikan ini baik-baik," terus dia.
Selain itu, kata AKBP Reko, pihaknya juga sudah melaporkan kejadian itu ke Subdenpom setempat, yang tak jauh dari Makodim 0305, untuk segera menyelidiki kasus adu jotos antar oknum aparat negara itu.
"Subdenpom sudah tahu, kami juga sudah lapor agar Subdenpom segera melakukan penyelidikan," kata dia.
"Kabarnya, pelaku berasal dari Bandung, kesatuannya disana. Tapi, kampungnya disini, Lubuksikaping," kata Reko.
Baca: Posisi Duduk Mencerminkan Kepribadian Aslimu: Brengsek atau Menyenangkan, Pasti Ketahuan!
Ditambahkan Reko, meski sudah melaporkan kejadian itu ke Subdenpom, namun pihaknya tetap melakukan penyelidikan secara internal.
Tujuannya, untuk mengungkap fakta peristiwa sebenarnya.
"Kami juga sedang menyelidiki. Kita sedang mengumpulkan bukti-bukti termasuk memintai keterangan saksi di TKP," katanya.
Reko menjelaskan, bahwa anggotanya itu sedang bertugas di lapangan, dengan berpakaian preman, guna memantau situasi kondisi (Sikond) sekitar.
Ia tengah duduk-duduk santai bersama sejumlah masyarakat biasa di TKP, tiba-tiba si pelaku lewat.
"Tiba-Tiba dia (oknum TNI) ini lewat di depan mereka. Malah sempat tegur sapa," jelasnya.
"Pelaku juga berpakaian preman. Tidak tahu apa pemicunya, dia malah balik nantangin anggota kami itu untuk berkelahi," imbuhnya.
Awalnya, kata Reko, anggotanya itu, enggan meladeni gertakan pelaku untuk berkelahi, meski sudah beberapa kali dibentak.
Mungkin habis kesabarannya dan tidak mau dipermalukan di depan umum, akhirnya adu jotos pun terjadi diantara keduanya.