Bocah 12 Tahun Ini Rela Putus Sekolah Demi Rawat Ibu dan Adik Balitanya

Kisah menyentuh terjadi pada seorang gadis asal Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: Teguh Prasetyo
KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto
Rumah orangtua Serli Artia Dewi (12) di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 

Keluarga kecil itu tinggal di rumah berkonstruksi papan kayu seluas 5 meter x 7 meter.

Sebagian beralaskan papan kayu dan sebagian lagi beralaskan tanah. Hanya ada satu ranjang, itu pun tanpa dinding penyekat.

Untuk kebutuhan akan air bersih, mereka menimba air sumur tetangga. Bahkan listrik pun harus menyalur ke tetangga.

Baca: Video Panas Siswi Samarinda - Pemeran Pria Ngaku Begini Saat Diperiksa Polisi

Setiap hari, Serli dengan telaten merawat ibundanya dan sang adik, Silvi Norma Ariani (4). 

Peran ibu rumah tangga pun ia gantikan. Mulai dari mencuci pakaian, mencuci piring, dan juga memasak.

Serli juga harus mengantar ibu dan adiknya buang air besar di sungai karena rumah mereka tidak mempunyai fasilitas MCK.

"Enam bulan lalu ibu sakit-sakitan, bapak kerja di Jakarta. Saya kasihan sama emak dan adik. Makanya saya milih keluar sekolah. Karena lama tidak masuk, akhirnya saya dikeluarkan. Saya juga tak mau sekolah lagi jika emak belum sembuh. Kini bapak sudah pulang dan kerjanya tidak jauh lagi. Jadi malam sudah ada yang gantikan," tutur Serli.

Jauh di lubuk hati, Serli ingin bisa segera melanjutkan hasratnya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Serli pun berharap muncul uluran tangan dari dermawan yang sudi membiayai pengobatan ibundanya.

"Selama ini pengobatannya alternatif. Kalau lewat dokter mahal, tak ada biaya. Kalau saja ada yang mau bantu biaya, ibu pasti cepat sembuh. Saya pengen banget sekolah, pengen jadi dokter, dan bantu orangtua," tutur Serli.

Sementara perangkat Desa Karanggeneng, Ahmad Syafii, menyebutkan, Serli selama ini dikenal sebagai anak yang berprestasi sejak duduk di bangku SDN 1 Karanggeneng.

Pihak desa pun tak akan segan memfasilitasi Serli untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah lain.

"Rata-rata nilai dik Serli di atas delapan. Sayang kalau harus putus sekolah. Kami akan fasilitasi ke sekolah lain setelah ibunya sembuh nanti. Kami juga sudah membantu mengantar saat pemeriksaan alternatif ibunya menggunakan mobil dan sedikit biaya. Kami akan pantau terus perkembangannya," sebut Syafii. (Puthut Dwi Putranto)

Berita ini telah muat di Kompas.com dengan judul: Demi Merawat Ibunda dan Adik Balitanya, Serli Rela Putus Sekolah

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved