Bocah Perempuan Mengigau Takut Setiap Malam, Kisah Yang Diungkap Ibunya Memilukan
Bocah perempuan mengigau takut setiap malam, kisah yang diungkap ibunya memilukan.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Safruddin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Bocah perempuan mengigau takut setiap malam, kisah yang diungkap ibunya memilukan.
Trauma mendalam masih dirasakan bocah perempuan S. Pasca peristiwa pencabulan yang dilakukan tetangga sendiri di kediaman orangtuanya di Bakauheni, Lampung Selatan Kamis pekan lalu, bocah ini kini dilanda ketakutan.
Baca: Anggota TNI Ini Gagalkan Aksi Massa Serta Melawan Begal. Fakta di Baliknya Tak Disangka sangka
Baca: Bus Ibu Ibu Pengajian Gilas Pengendara Motor, Kepala Korban Jadi Seperti Ini
Setiap malam, siswa kelas dua sekolah dasar ini selalu mengingau. Bahkan, kerap tidak bisa tidur dan menangis karena merasa ketakutan.
"Setiap malam mengigau, seperti orang ketakutan. Sejak Jumat lalu tidak masuk sekolah, karena dia masih merasa takut," ujar Ikah, ibu korban saat ditemui di RSUD Bob Bazar Kalianda didampingi aktivis literasi dari Perahu Pustaka, Rabu 1 November 2017.
Bahkan, saat orangtuanya mengajak masuk ruang pemeriksaan dokter spesialis kebidanan di RSUD Bob Bazar melakukan visum ulang Rabu kemarin, S menolak untuk diperiksa.
Padahal, putri kelima pasangan Munir dan Ikah ini masih mengeluhkan sakit pada organ intimnya saat buang air kecil.
Alhasil, S terpaksa harus menjalani rawat inap. Pasalnya, hingga Rabu sore kemarin masih menolak diperiksa dokter RSUD Bob Bazar Kalianda.
Munir, ayah korban menyampaikan, masih terpukul peristiwa yang menimpa putrinya. Saat kejadian, Munir sedang bekerja di sebuah proyek bangunan di Bogor Jawa Barat.
Pelaku korban pencabulan berinisial A (33) lanjutnya, duda dua anak tetangga dusun di Bakauheni.
Pelaku cukup dikenal keluarganya.
"Saya mengenal pelaku sejak dia masih berusia remaja. Saya tidak pernah mengira pelaku akan setega itu dengan anak saya," ujarnya.
Kejadian bermula S pulang sekolah, berniat membeli jajanan. Korban menerima ajakan pelaku menemaninya membeli jajanan saat peristiwa pencabulan terjadi
Korban lalu diajak ke bangunan gorong-gorong yang ada di proyek jalan tol tran Sumatera (JTTS) yang sepi.
Di lokasi tersebut pelaku diduga dalam pengaruh narkoba melakukan aksi bejat kepada korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-pencabulan_20170323_225248.jpg)