Liputan Khusus Tribun Lampung

Difoto Tanpa Busana, Para Gadis Ini Ajak Fotografer

Muncul fenomena tak biasa di Bandar Lampung. Sejumlah perempuan muda menggandrungi difoto tanpa busana.

Tayang:
Penulis: Romi Rinando | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUN LAMPUNG CETAK
Tampilan koran cetak Tribun Lampung. 

Dia juga mengaku tidak memasang tarif.

Namun, konsumen harus menanggung biaya operasional, seperti sewa hotel, transportasi, dan sebagainya.

Sampai saat ini, ia telah beberapa kali melayani permintaan foto tanpa busana.

Umumnya, perempuan berusia 25 tahun.

"Tidak sampai lima kali. Usianya rata-rata 25 tahun," ujar dia.

Awal mula persentuhannya pada dunia tersebut karena diajak temannya sesama fotografer.

Saat itu, sang teman mendapat permintaan dari seorang perempuan yang ingin difoto tanpa busana di hotel.

"Spontanitas saja, karena diajak teman. Waktu itu teman saya diminta foto begitu," katanya.

Banyak Risiko

Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Dwi Hapsah Handayani mengaku miris terkait fenomena perempuan muda memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana.

Hafsah mengatakan, banyak risiko bagi perempuan yang ingin difoto tanpa busana.

Satu di antaranya, foto tersebut bisa tersebar ke publik.

"Kalau perempuan foto tanpa busana sendiri, saya sering dengar. Tetapi kalau sampai mendatangkan fotografer, saya belum pernah dengar. Itu sangat berisiko karena ada kehadiran orang lain," ungkapnya, Kamis (2/11/2017).

Hapsah menerka, perempuan yang sampai menggunakan jasa fotografer untuk difoto tanpa busana, kemungkinan ingin mendapatkan kualitas gambar yang bagus.

Walaupun, foto tersebut hanya akan dijadikan koleksi pribadi.

"Tetapi, zaman sekarang teknologi sudah semakin canggih, kemungkinan hasil foto tersebar pasti ada. Belum lagi, risiko lain. Bisa saja, si model menjadi korban pemerkosaan," ujar Hapsah.

Apalagi, terus Hapsah, perempuan, baik remaja maupun dewasa, rentan terhadap kejahatan seksual.

"Karena sebenarnya, tanpa disadari, para pelaku kejahatan seksual itu ada di sekitar kita," ucap Hapsah.

Direktur Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Lampung, Turaihan Aldi mengatakan, banyak faktor yang membuat perempuan sampai memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana.

Hal itu bisa karena pengaruh lingkungan maupun pergaulan.

"Bisa juga karena mencontoh media sosial, yang masih mempertontonkan pornografi secara vulgar," kata Aldi.

Aldi mengaku kaget terkait kemunculan fenomena perempuan muda memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana.

Meski begitu, Aldi menjelaskan, motif sebenarnya dari perilaku tersebut masih perlu ditelusuri.

"Saya juga belum tahu. Bisa saja mereka melakukan ini karena ingin eksis. Namanya masih muda. Atau ingin cari kepuasan, atau motif lain," tutur Aldi.

Perlu Ketegasan Pemerintah

Solusi untuk meminimalisasi fenomena perempuan muda memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana, menurut Aldi, agak sulit dilakukan.

Hal itu karena kegiatan tersebut berlangsung secara terselubung.

"Tetapi bukan berarti, hal itu menjadi sulit untuk dilakukan," tegasnya.

Pihak terkait, menurut Aldi, perlu secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penerapan Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Dan, realisasi pelaksanaan UU tersebut harus dilakukan secara tegas.

"Jika tidak ada ketegasan terhadap pornografi, dampak yang ditimbulkan akan besar. Misalnya, kasus-kasus pencabulan atau perkosaan bisa meningkat. Dan, itu bisa merugikan perempuan," kata Aldi.

Hapsah mengungkapkan, peran keluarga penting guna mengatasi fenomena perempuan muda memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana.

Termasuk, peran sekolah yang bisa menanamkan pendidikan moral kepada siswa.

"Pendampingan di sekolah, terutama oleh guru-guru, juga bisa menjadi pencegah remaja untuk melakukan hal tersebut," terang Hapsah.

Pemerintah, lanjut Hapsah, pun memiliki peran untuk meminimalisasi fenomena perempuan muda memakai jasa fotografer profesional untuk difoto tanpa busana.

Mereka bisa melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya dan risiko difoto tanpa busana.

"Saya rasa, pemerintah harus bekerja lintas sektor untuk bisa mencegah hal itu (difoto tanpa busana) dilakukan," ucap Hapsah.

Artikel berjudul "Difoto Tanpa Busana, Para Gadis Ini Ajak Fotografer" telah diterbitkan di Koran Tribun Lampung  pada Jumat, 10 November 2017.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved