Yuk Berwisata ke Alam Wawai, Taman edukasi
Mencari taman yang indah dan asri khusus wisata Lampung dengan konsep unik sulit ditemukan.
Penulis: dennish prasetya | Editor: Safruddin
Selain Amphitheatre, terdapat juga tempat yang gak kalah keren yaitu Camping Ground.
Baca: Satu Tahun Lampu di Bumi Manti IV Padam, Tanggungjawab Siapa?
Alam Wawai menyuguhkan fasilitas tenda camping yang tidak biasa yaitu bernuansa Indian, seperti suku pedalaman ala Amerika Utara.
Di sekililing Camping Ground terlihat juga taman bunga yang indah dan dapat memanjakan mata pengunjung.
Biaya yang ditawarkan untuk menyewa Camping Ground dihitung per kepala yakni Rp55 ribu dengan beberapa fasilitas seperti sleeping bag, bantal dan matras dilengkapi juga spot untuk api unggun.
Ukuran tenda yang diberkan bervariasi mulai dari ukuran yang kecil dengan muatan 5 orang, kemudain ukurang sedang dengan muatan 9 orang dan ukuran yang besar dengan muatan 30 orang.
Tinggal pilih disesuaikan dengan kebutuhan.
Spot yang gak kalah dan wajib untuk dikunjungi yaitu Teepee Dinner, waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini ialah pada malam hari, karena kan terlihat lebih indah dengan dekorasi lampu yang unik.
Tempat ini menyuguhkan beberapa menu unggulan seperti siomay, pempek, nasi timbel, jagung bakar dan lain sebagainya.
Jika ingin mengunjungi kawasan ini disarankan untuk memastikan fisik yang fit terlebih dahulu.
Karena setelah pengunjung memakirkan kendaraan yang dibawa, pengunjung dituntut untuk berjalan kaki mengelilingi spot-spot untuk berfoto atau selfie.
Dan tiap jaraknya lumayan jauh. Pasalnya total luas dari area ini sekitar 5 hektare lebih.
Untuk yang ingin mengunjungi tempat ini bersama keluarga atau kerabat, dapat berkunjung pada jam operasional yang ditentukan yaitu buka mulai jam 10.00 - 17.00 WIB.
Namun jika ingin ber-camping check in dibuka pada pukul 15.00 sore sampai keesokan harinya yakni jam 12 siang.
Selain tenda-tenda yang bernuansa Indian, tempat ini juga membuat tempat-tempat seperti toilet dan shower yang berarsitektur batu bata dengan daun kelapa yang dikeringkan untuk dijadikan sebagai atap.
Pokoknya pengunjung akan berasa seperti di alam yang Indah. (Dennish Prasetya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/wisata-edukasi_20171114_133215.jpg)