Halo Pemkab Tuba - Mengajar Lebih 24 Jam Per Minggu, Guru Honor Cuma Digaji Sekitar Rp 300 Ribuan

Halo Pemkab Tuba - Mengajar Lebih 24 Jam Per Minggu, Guru Honor Cuma Digaji Sekitar Rp 300 Ribuan

Tayang:
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Halo Pemkab Tuba - Mengajar Lebih 24 Jam Per Minggu, Guru Honor Cuma Digaji Sekitar Rp 300 Ribuan

Hingar bingar perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-72 yang diadakan diseluruh Indonesia sangat kontras dengan kondisi guru berstatus honor di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang.

Bertahun-tahun menjadi pejuang pendidikan, kondisi mereka masih jauh dari kata sejahtera. 

Guru honor dan swasta di Kecamatan Dente Teladas belum bisa merasakan kesejahteraan seperti kebabyakan guru lainya.

Baca: Kabar Buruk Bagi Kamu yang Doyan Selfie, Ini Dampaknya Bagi Kecantikan Kulit

Dengan gaji Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu untuk satu bulan mengajar, memaksa mereka harus berpikir keras mencari biaya tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Gaji mereka yang pas-pasan itu bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sekolah tempat mereka mengabdi.

Baca: Tak Cuma Kamar Tidur, 3 Tempat Berikut Bikin Kamu Makin Bergairah Malam Ini

Hal tersebut  diutarakan oleh Siti Khufaidah, seorang guru di kecamatan tersebut. Menurut Siti, ia hanya mendapat honor Rp 450 ribu untuk satu bulan mengajar.

Dengan gaji sebesar itu, Siti mengatakan, belum sebanding dengan durasi mengajar yang ia lakoni.

"Kami mengajar lebih dari ketentuan 24 jam per minggu. Dan saya sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Jangankan untuk sejahtera, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari pun tidak mencukupi," terang Siti, Senin (27/11).

Siti mengatakan, sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemkab Tulangbawang atas kondisi mereka. 

Pasalnya, menurut Siti, sampai saat ini belum ada bantuan dari APBD kabupaten untuk kesejahteraan guru honor sepertin di kabupaten lain.

“Kami sudah pernah menyampaikan hal tersebut langsung kepada Bapak Bupati Tulangbawang saat berkunjung di kampung kami dan kebetulan bertempat disekolah, tapi belum ada perhatian," katanya.

"Harapan kami ya bantuan tunjangan wilayah khusus dari pemerintah pusat bisa dialihkan pada sekolah yang berada dibawah yayasan perusahaan, yang kesejahteraanya jauh daripada kami," tandasnya. (endra)


Klik di

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved