Kapolsek Pugung Ucapkan Kata-kata Bijak Usai Terima Pencuri yang Ditangkap Warga

Polsek Pugung menerima dua terduga percobaan pencurian yang diamankan warga, yakni RF (15) dan IR (17), warga Kecamatan Pugung

Kapolsek Pugung Ucapkan Kata-kata Bijak Usai Terima Pencuri yang Ditangkap Warga

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polsek Pugung menerima dua  terduga percobaan pencurian yang diamankan warga,  yakni RF (15) dan IR (17), warga Kecamatan Pugung.

Kapolsek Pugung Inspektur Dua Mirga Nurjuanda mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili mengatakan, keduanya ditangkap warga setelah terpergok membobol rumah korban Samroh (60) warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung.

Baca: Pulang dari Liburan di Thailand, Biji Kemiri Millendaru Jadi Perhatian Netizen

Warga menyerahkan kedua pelaku ke Polsek Punggung, saat itu IR mengalami luka robek di bagian paha sebelah kiri karena terjatuh, dan sudah mendapatkan perawatan medis.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan mengecek TKP, memeriksa saksi-saksi, pengumpulan barang bukti. Dan akhirnya diketahui keduanya melakukan aksi curat bersama empat teman lainnya.

Baca: Berita Foto: Olah TKP Penemuan Janin di Dalam Parit

"Dari keterangan pelaku dan saksi-saksi, diketahui pelaku berjumlah enam orang yang berbagi peran dan tugas masing masing," ujar Mirga, Sabtu 30 Desember 2017.

Ia menambahkan dari keterangan kedua pelaku, keenamnya sepakat rencanakan pencurian. Mereka pun menuju TKP dengan dua sepeda motor. Para pelaku membagi tugas, yakni, dua menunggu motor, dua lagi memantau situasi, dan dua memasuki rumah korban.

Namun para pelaku terpergok warga setempat yakni Iwan (33) dan Munir (34). Akhirnya dua orang berhasil diamankan, namun empat lainnya berhasil melarikan diri.

"Keempat terduga pelaku berinisial AS (25), NY (23), IY (16), BS (15). Walaupun tidak adanya kerugian, barang bukti ditemukan kerusakan pintu rumah korban, dan sudah ada perencanaan untuk mencuri," ujar Mirga.

Ia mengaku sangat berterima kasih kepada warga karena setelah adanya pembinaan, warga tidak main hakim sendiri serta dapat memberikan contoh untuk warga lainnya terhadap hak asas praduga tak bersalah.

"Terhadap para terduga pelaku yang masih melarikan diri, kami masih melakukan pengejaran agar kasusnya jelas," ujar Mirga.

Kedua pelaku disangkakan pasal 363 KUHPidana jo 53 ayat 1 KUHPidana dan UU RI no 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved