Hebat, Mahasiswa Darmajaya Rancang Aplikasi yang Bisa Cari Panti Asuhan

Ia memetakan sendiri lokasi panti asuhan di Bandar Lampung melalui Google Map. Tujuannya untuk mendapatkan data valid.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Daniel Tri Hardanto
tribunlampung/bayu
Ki Agus Ahmad Zulfikar menunjukkan aplikasi rancangannya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Terobosan yang dilakukan Ki Agus Ahmad Zulfikar patut diacungi jempol.

Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini berinisiatif merancang bangun Sistem Informasi Geografis (SIG) lokasi panti asuhan di Kota Bandar Lampung.

Untuk membuat aplikasi tersebut, perjuangan Agus tidak bisa dibilang mudah. Selain sering begadang, ia juga harus langsung turun ke lapangan.

Baca: Wow, Lapor Polisi di Pringsewu Cukup Pakai Aplikasi Ponsel

Ia memetakan sendiri lokasi panti asuhan di Bandar Lampung melalui Google Map. Tujuannya untuk mendapatkan data valid.

Agus menceritakan, hal tersulit adalah saat mencari data jumlah panti asuhan. Pasalnya, Dinas Sosial Kota Bandar Lampung hanya menginformasikan bahwa ada sekitar 60 panti asuhan.

Namun, Dissos tidak bisa memberikan data jumlah dan nama anak-anak yang menjadi penghuni.

"Ya waktu itu memang sempat agak kecewa. Namun, alasannya sebenarnya masih logis dan bisa diterima. Karena data itu tidak boleh sembarangan keluar," kata Agus, Kamis (18/1/2018).

Baca: Hati-hati, Ini 5 Bahaya Mengakses Konten Porno Bagi Smartphone Android Kita

Untuk mendapatkan data yang diinginkan, Agus pun harus turun ke lapangan. Ia juga mencari lokasi panti asuhan untuk mendapatkan titik kooordinatnya supaya bisa dipetakan.

"Info dari Dissos kan ada 60 panti asuhan di Bandar Lampung. Yang saya ambil 20 panti. Saya ambil sampel tiga panti asuhan dengan mendapatkan rincian jumlah anak dan nama-namanya. Sisanya yang 17 itu hanya titik lokasinya," paparnya.

Meski banyak menemui rintangan, Agus tetap menjalani proyek ini dengan sepenuh hati. "Aplikasi ini sebenarnya baru rancangan awal. Untuk proses pengerjaannya selama tiga bulan, karena banyak penambahan," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved