Surat Terbuka Petambak Udang Tulangbawang untuk Presiden Jokowi

Sering terdengar ada masyarakat, baik personal maupun kelompok, mengutarakan keluh kesah, saran dan kritik.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Yoso Muliawan
Istimewa
Jalan Poros Rawajitu, Tulangbawang, rusak parah. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ENDRA ZULKARNAIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Media sosial telah menjadi wahana untuk menyampaikan unek-unek kepada pemerintah.

Sering terdengar ada masyarakat, baik personal maupun kelompok, mengutarakan keluh kesah, saran dan kritik. Tak jarang ada yang sampai masuk bui karena kritik kerasnya.

Di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, mencuat curahan hati seorang petambak udang atas kondisi jalan di daerahnya. Seperti apa curhatnya?

Namanya Arie Suharso. Ia melabeli curhatannya sebagai surat terbuka.

Petambak udang yang tergabung dalam Perhimpunan Petani Plasma Udang Windu alias P3UW Lampung ini menyampaikan surat terbukanya untuk Presiden Joko Widodo yang datang ke Lampung pada Minggu (21/1).

Arie membuat surat terbuka ini di medsos Facebook miliknya dengan akun Ari Suharso pada Sabtu, 20 Januari 2018. Dalam penelusuran di Facebook, Arie mengunggah surat terbukanya pada pukul 12.06 WIB.

Surat terbuka Arie mengulas tentang jalan poros Rawajitu yang rusak parah. Ia mengawali dengan menyapa, "Bapak Presiden Joko Widodo yang kami hormati."

Lalu berlanjut dengan kalimat pembuka berisi kebimbangannya menangkap makna dari pernyataan Jokowi yang tersiar di media massa.

Merujuk Kompas.com, 19 Januari 2018, tulis Arie, Jokowi menginginkan pembangunan infrastruktur tidak hanya tergantung kas negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, karena APBN lebih untuk kepentingan rakyat.

"Berkenaan dengan apa yang Bapak Presiden sampaikan dan dikutip media nasional di atas, yang ingin kami sampaikan (dan) juga laporkan adalah terkait istilah infrastruktur yang tidak boleh hanya bergantung pada APBN/kas negara. Kalimat ini rasa-rasanya bikin kami semakin bingung dan bimbang dengan kejelasan kondisi jalan di daerah kami. Dalam foto yang saya lampirkan bersama surat terbuka ini, kita melihat betapa banyak kepentingan rakyat yang menjadi semakin sulit karena jalan yang harus kami lalui kondisinya rusak parah selama bertahun-tahun, bahkan sejak pertama ada," tulis Arie.

"Sebagai informasi, jalan yang ada dalam foto di atas adalah Jalan Poros Rawajitu, yang alhamdulillah sudah berstatus sebagai Jalan Nasional. Dan sebagai rakyat kecil, kami beranggapan jalan kami ini adalah bagian dari infrastruktur milik negeri kita yang sepengetahuan kami biaya perbaikannya dianggarkan sepenuhnya dari APBN," sambung Arie.

"Jadi, jikalau hari ini kita mulai harus berpikir bahwa anggaran untuk perbaikan jalan kami ini tidak boleh lagi sepenuhnya dibebankan ke APBN, maka izinkanlah kami untuk mengetahui dari mana semestinya anggaran untuk perbaikan jalan kami ini?"

"Bukan bermaksud tidak percaya pada sistem anggaran belanja negara kita maupun alokasi dana untuk rakyat lainnya. Tak lebih maksud kami hanya ingin mendoakan agar lembaga, instansi, badan, atau apapun lah itu namanya yang diberi beban untuk mencari pendanaan guna perbaikan jalan kami ini, bisa segera mendapatkan dananya," terus Arie.

Tak hanya curhat, Arie bahkan memberi saran kepada Jokowi dan pemerintah mengenai cara mengumpulkan dana secara cepat untuk mendukung APBN dalam memperbaiki jalan poros Rawajitu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved