Pantai Tanjung Tua, Surganya Mancing Mania

Belum lagi pemandangan berupa hamparan pasir putih dengan tebing curam dan batu berukuran raksasa.

Tayang:
tribunlampung/dennish
Pantai Tanjung Tua jadi surganya pemancing. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dennish Prasetya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eksotisme tebing batu bak relief, berpadu dengan birunya laut nan bersih dan natural di Pantai Tanjung Tua.

Menurut sejarah, pantai ini terbentuk dari endapan lava letusan Gunung Krakatau pada 1883 silam.

Destinasi wisata yang berada di Dusun Sukarame, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan ini terkenal sebagai spot-nya mancing mania. Di sini banyak ikan berukuran besar yang bisa dipancing.

Baca: VIDEO: Novotel Suguhkan Tiga View Luar Biasa Sekaligus

Belum lagi pemandangan berupa hamparan pasir putih dengan tebing curam dan batu berukuran raksasa.

Para penggila olahraga memancing tentu saja akrab dengan pantai yang berjarak sekitar 8 km sebelah barat Pelabuhan Bakauheni itu.

Lokasi wisata alam yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Sukarame, Desa Bakauheni, itu semakin populer beberapa tahun belakangan ini.

Itu setelah anak-anak muda pencinta traveling mengunggah foto dari atas tower setinggi 130 meter di atas permukaan laut ke media sosial.

Baca: (VIDEO) Serunya Arung Jeram di Neki Baradatu Way Kanan

Untuk sampai ke tower itu, pengunjung harus menempuh medan perjalanan cukup menantang selama kurang lebih 20 menit menyusuri bibir pantai yang dipenuhi tebing curam dan bebatuan besar.

Namun, rasa lelah akan terbayarkan pemandangan birunya air laut dan hamparan pasir putih dengan latar belakang tebing bebatuan besar nan kokoh membentuk pulau kecil di pinggir pantai.

Menatap lepas ke Selat Sunda terlihat gugusan Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Namun, akses menuju destinasi wisata dengan view favorit dari atas menara terbilang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat hingga ke bibir pantai.

Bagi Anda yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, arahkan kendaraan menuju Jalan Lintas Sumatera.

Sesampainya di simpang empat SPBU dan pasar Bakauheni, ambil rute ke kiri dengan jarak tempuh sekitar 7 km menyusuri kondisi jalan yang naik turun dan menyempit. Menyulitkan kendaraan roda empat untuk menjangkau surganya para penggila mancing tersebut.

Wisatawan yang membawa sepeda motor harus menitipkan kendaraannya di rumah warga. Dilanjutkan jalan kaki menempuh perjalanan sekitar 2 km.

Namun, bagi yang enggan berjalan kaki, warga sekitar menyediakan jasa ojek Rp 15 ribu per orang. 

Sementara yang ingin menuju pantai dengan menempuh jalan kaki akan disuguhi areal perkebunan cokelat dan jagung dengan kondisi jalan yang telah dipaving dan rabat beton. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved